Bank Dunia: Belum Nikmati Akses Internet, Jutaan Orang Tersisih

Bank Dunia: Belum Nikmati Akses Internet, Jutaan Orang Tersisih

Akses internet berkecepatan tinggi dinilai merupakan kunci bagi penciptaan lapangan kerja dan penyebaran inklusi sosial di dunia Arab yang mencakup Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Kami di Grup Bank Dunia berkomitmen untuk bekerja lebih erat dengan semua negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara guna meningkatkan kualitas koneksi dan akses internet,” kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Inger Andersen, dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara telah merupakan tempat lahir dari banyak sains dan teknologi serta dapat digunakan dalam konteks teknologi modern untuk mengatasi problem kontemporer yang dihadapi kawasan tersebut. Apalagi, kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara dinilai masih tertinggal dibanding sejumlah kawasan lain dalam hal jaringan dan akses internet serta penciptaan konten digital.

Di sisi lain, lanjutnya, permintaan terhadap akses internet di kawasan itu semakin meluas sebagai pendorong kunci pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan inklusi sosial.

Bank Dunia juga telah mengeluarkan laporan bertajuk “Broadband Networks in the Middle East and North Africa: Accelerating High Speed Internet Access” yang menyoroti pentingnya jaringan internet dalam mendorong pengembangan ekonomi dan daya saing negara-negara di kawasan tersebut.

Dengan pengecualian negara-negara Teluk, Bank Dunia menyatakan banyak negara di negara-negara Arab di mana sekitar seperempat keluarga tidak memiliki akses internet.

“Jutaan orang tidak dapat membiayai jasa layanan internet dan karenanya tersisihkan dari revolusi informasi yang membentuk dunia modern,” katanya.

Penulis laporan Bank Dunia, Carlo Maria Rosetto mengingatkan dunia Arab menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan tingkat pengangguran yang tinggi. “Akses internet dapat mengubah secara radikal prospek sosio-ekonomi kawasan dan berkontribusi kepada pertumbuhan yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih merata,” ujar Carlo Maria Rosetto.[ach/rol]