Bank Danamon Catat Laba Bersih Rp 875 M

Bank Danamon Catat Laba Bersih Rp 875 M

Kebijakan moneter ketat mulai berimbas pada kinerja perbankan. Salah satunya dialami Bank Danamon yang mencatatkan penurunan laba bersih, meski laju kredit tumbuh cukup bagus. Kenaikan biaya dana (cost of fund) yang cukup signifikan menjadi penyebab merosotnya perolehan labanya.

Sepanjang tiga bulan pertama 2014, Bank Danamon mencatatkan total kredit sebesar Rp 136 triliun, tumbuh 16 persen dibanding periode yang sama tahun 2013 yang tercatat Rp 117,2 triliun.  Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 22 persen sepanjang setahun terakhir dari Rp 113,9 triliun pada kuartal I 2013 menjadi Rp 139 triliun di kuartal I 2014. Sementara laba bersih yang dihimpun perseroan turun dari Rp 1 triliun menjadi Rp 875 miliar.

Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Lim mengatakan   penurunan laba bersih  disebabkan oleh tingginya beban bunga yang  dikeluarkan perseroan seiring dengan peningkatan suku bunga Bank Indonesia (BI). “Beban bunga di kuartal pertama naik seiring peningkatan bunga BI tahun lalu,” ujar Vera, Rabu (16/4/2014).

Disebutkan, bila cost of fund giro, tabungan, dan deposito  tahun lalu mencapai empat  persen, tahun ini naik menjadi  enam  persen. Bukan itu saja, biaya di Adira naik dari 8 ke 9 persen. “Secara keseluruhan beban bunga meningkat 51 persen,” imbuh Vera.

Akibat beban bunga tinggi, pendapatan bunga bersih Bank Danamon di kuartal I 2014 turun menjadi 8,6 persen dibanding periode yang sama tahun 2013 yang masih tercatat 10,1 persen.

Vera menyebutkan  perseroan membukukan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) membaik menjadi 94,1 persen. “Pertumbuhan kredit Danamon mencerminkan perekonomian yang stabil. Tekanan inflasi sudah mereda,” ujarnya.

Pertumbuhan kredit perseroan didukung oleh pertumbuhan kredit segmen mass market yang berkontribusi 52 persen dari total kredit Danamon menjadi Rp 70,4 triliun. Sementara itu, kredit non mass market membukukan pertumbuhan sebesar 27 persen menjadi Rp 65,5 triliun.

Kredit terhadap segmen UKM tumbuh 15 persen menjadi Rp 21,3 triliun, sedangkan kredit untuk segmen usaha mikro melalui Danamon  Simpan Pinjam  (DSP)  tumbuh  empat persen  menjadi Rp 20 triliun.(wh)