Banjir Usulan Nama untuk Bayi Kembar Lima

Banjir Usulan Nama untuk Bayi Kembar Lima
foto: arya wiraraja/enciety.co

Bayi kembar lima dari pasangan Hari Saputra dan Aniyah Rahmawati, warga komplek perumahan TNI AL Kenjeran, Surabaya, yang lahir di RSUD Dr Soetomo pada 19 Juni 2015, mendapat banyak usulan nama dari warga Jatim.

“Ada seorang warga Sidoarjo bahksan sampai mengirim surat yang diantar khusus oleh anaknya berisi pilihan nama-nama untuk bayi kami,” kata ayah dari bayi kembar lima, Hari Saputra saat jumpa pers di RSUD Soetomo, Selasa.

Menurut dia, dari usulan-usulan tersebut lantas tersusun beberapa nama untuk anak-anak mereka. Anak pertama laki-laki diberi nama Rizky Ramadhan Pratama, kemudian empat yang perempuan diberi nama Anisa Ramadhani Putri, Anindia Ramadhani Putri, Anindita Ramadhani Putri, dan Naisa Nala Deva Ramadhani.

“Nama-nama ini dari usulan masyarakat dan keluarga,” tutur Aniyah.

Pasangan Hari Saputra dan Nia Rachmawati memiliki anak kembar lima yang lahir pada Jumat 19 Juni 2015.  Lima anak ini merupakan hasil inseminasi di Klinik Fertilitas  RSU dr Soetomo Surabaya yang dimulai sejak Oktober 2014.

Setelah lima minggu proses inseminasi diketahui janin ternyata kembar lima. Kehamilan di usia 6 minggu sudah diketahui kembar lima. Meski kondisinya lemah, Nia sangat kuat untuk bertahan sampai usia kandungan 7 bulan dua minggu. Baru pada Jumat (19/6/2015), dilakukan operasi caesar karena ditakutkan membahayakan bayi dan ibu bayi.

Lima bayi kembar yang lahir di RSU Dr Soetomo Surabaya ternyata bukan kembar monozigotik (kembar identik). Sebaliknya, bayi dengan jenis kelamin satu laki-laki empat perempuan itu merupakan  kembar dizigotik (dikenal sebagai kembar non-identik) karena zigot-zigot yang terbentuk berasal dari sel telur yang berbeda.

Kepala Divisi Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi Departemen Obstetri-Ginekologi (obgin) RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Relly Yanuari Primariawan, Sp.OG menjelaskan, lima bayi ini kembar dizigotik karena pada saat proses inseminasi, terdapat lebih dari satu sel telur yang melekat pada dinding rahim yang dibuahi oleh sel-sel sperma pada saat yang bersamaan.

“Saat jutaan sperma dilepaskan ke rahim, sel sperma akan berlomba memenangkan sel telur. Kebetulan dalam kasus bu Nia ini, sel telurnya lebih dari satu yang matang, maka bisa dibuahi lebih dari satu. Dikatakan kembar karena dalam kandungan dan lahir bersama,” jelasnya.

Kembar dizigotik ini hasilnya tidak identik atau sama baik rupa, bentuk wajah dan warna kulit. Meski, mereka dapat memiliki jenis kelamin yang berbeda atau sama.

Sebaliknya, kata Relly, kembar monozigotik  disebabkan oleh satu sel telur yang dibuahi sperma, kemudian mengalami pembelahan sel. Apabila pembelahan sel sempurna, maka kembar juga akan terjadi sempurna.

“Kalau pembelahan sel tak sempurna akan terjadi kembar siam (dempet),” tandasnya. (wh)