Banjir Sidoarjo, 19 Travo PLN Diputus

 

Banjir Sidoarjo, 19 Travo PLN Diputus

Banjir yang melanda sejumlah kawasan Sidoarjo memaksa PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jatim memutus hubungan listrik. Setidakny ada 19 travo yang tersebar di daerah Bebangah, Wage, Pepelegi, Medaeng, Bungurasih, Pergudangan Muncul dan Sawotratap.

Pemutusan aliran listrik ini merupakan pengamanan guna menghindari insiden yang lebih buruk. Sebab, banyak masyarakat yang memasang listrik pada posisi yang lebih rendah dan rentan terkena genangan air.

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Area Distribusi Jatim, Arkad Matulu saat dikonfirmasi membenarkan 19 travo tersebut diputus guna memberi pengalaman. Kepada sejumlah wartawan, pemutusan ini dilakukan mulai pukul 07.48 hingga 11.41 WIB, Rabu (18/6/2014).

“Ini sepenuhnya bentuk pengamanan kepada masyarakat. Sebab banyak masyarakat yang memasang stop kontak ditempat rendah dan dikhawatirkan terdampak banjir. Pemadaman ini jangan sampai terjadi korsleting akibat hubungan air dengan listrik,” terangnya.

Adanya pemadaman 19 travo tersebut, sedikitnya ada sekitar 3.800 pelanggan hingga 47.000 pelanggan PLN di wilayah Rayon Gedangan yang mengalami pemadaman listrik. Tetapi tidak semua titik dipadamkan, sebab sejumlah kawasan sudah ada yang tersambung aliran listrik.

“Untuk kawasan Pergudangan Muncul sudah kembali dinyalakan. Listrik di pergudangan ini mulai dipadamkan pada jam 11.41 WIB dan dihidupkan kembali pada jam 13.05 WIB. Pemadaman hanya beberapa jam saja,” lanjutnya.

Sejauh ini PT PLN belum bisa memastikan kapan pemadaman tersebut dilakukan. Arkad mengungkapkan akan memantau kondisi banjir. Bila dirasa banjir sudah berangsur-angsur surut dan aman, PT PLN akan langsung mengaliri listrik secepatnya.

Sebaliknya, jika hujan kembali turun dan menyebabkan ketinggian banjir tidak surut atau malah bertambah, listrik tidak bisa dialiri demi keamanan. “Kami memetingkan keamanan dan keselamatan warga. Jadi meski ada pelanggan yang memaksa menghidupkan listrik, kami tidak akan menghidupkan,” tegas Arkad.

PT PLN telah mengirim tim guna memantau perkembangan banjir akibat hujan deras yang mengguyur Sidoarjo dan sekitarnya pada Selasa malam lalu. Tim ini dibagi disejumlah titik guna memantau perkembangan banjir di kawasan yang dianggap rawan. (wh)