Banjir Porong, Tiga Kereta Stop Beroperasi

Banjir Porong, Tiga Kereta Stop Beroperasi

Hujan deras yang turun beberapa hari menyebabkan banjir di sekitar lintasan Porong. Banjir Porong setinggi 35 cm itu membahayakan perjalanan kereta api, karena batas maksimum adalah 20 cm dari batas rel. Buntutnya, beberapa kereta tidak beroperasi, yakni Sri Tanjung (Purwokerto-Banyuwangi), Logawa (Purwokert-Jember) dan Penatara Ekspres (Surabaya-Malang).

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daops 8 Sri Winarto mengatakan, banjir ini membuat perusahaan rugi puluhan juta. “Kita belum menghitung kerugian, karena semua petugas stand by di daerah banjir Porong. Estimasi kami kerugian puluhan juta per hari,” jelasnya.

Akibat terhentinya beberapa kereta tersebut memaksa PT KAI Daops 8 mentransfer penumpang yang hendak menuju Surabaya dan sebaliknya. Seperti KA Sritanjung dan KA Logawa telah disiapkan dua unit bus untuk mentransfer penumpang yang berasal dari timur (arah Banyuwangi).

“Penumpang dari timur, turun di Bangil, kemudian kita transfer menggunakan bus ke Surabaya. Adapun penumpang yang hendak ke barat (arah Jogjakarta) kita transfer menggunakan KA Dhoho (Surbaya-Kertosono-Blitar), kemudian turun di Kertosono untuk melanjutkan sesuai dengan kereta yang dipesan,” urai pria kelahiran Malang itu.

Demikian juga dengan penumpang (semua jenis kereta) dari barat turun di Kertosono untuk meneruskan perjalanan menggunakan KA Dhoho. Sementara untuk kereta relasi Malang-Surabaya dilayani KA Dhoho yang harus memutar.

Banjir Porong ini juga memaksa KA Penataran Ekspres tidak beroperasi. Untuk KA Penatara Ekspres saja kerugian diperkirakan mencapai Rp 12 juta. Dengan asumsi rata-rata penumpang 80 persen, dengan harga tiket Rp 25.000. Sementara kapasitas tempat duduk mencpai 600 kursi.

Sri Winarto menyebut satu-satunya kereta Malang-Surabaya yang relatif aman adalah KA Bima. “Sementara (KA Bima) aman, karena lokomotif eksekutif eksekutif berbeda dengan kereta bisnis maupun ekonomi,” tegasnya.

PT KAI Daops8 menegaskan kemungkinan hari ini ketinggian air banjir Porong sudah surut. Sebab kemarin sore pukul 16.00 ketinggian air sudah surut hingga 10 cm. Ketinggian tersebut sudah cukup aman untuk perjalanan kereta. “Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan perjalanan ini,” tutupnya.

Sebelumnya rute ini pernah diusulkan direlokasi menuju Tulangan. Relokasi ini guna menghindari banjir yang kerap mengancam kawasan Porong pada musim hujan. Tetapi relokasi tersrebut membutuhkan waktu yang cukup panjang.(wh)