Banjir Pengunjung, Produk Pelaku UMKM Ludes Terjual

Banjir Pengunjung, Produk Pelaku UMKM Ludes Terjual
Aktivitas Road Show Pahlawan Ekonomi di Kecamatan Genteng yang dipenuhi pembeli, Minggu (14/12/2014) pagi.

Banyaknya jumlah pembeli yang memadati Road Show Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya membuat para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kewalahan. Bahkan belum mencapai satu jam, barang dagangan yang dijual dalam road show yang dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini , Minggu (14/12/2014) pagi, ludes terjual.

Diakui satu di antara UMKM yang mengikuti road show, Yuli Puji Astuti animo masyarakat Genteng sangat tinggi. Katanya apapun produknya, jika itu berkualitas dan enak dipastikan dibeli. “Ini saya jualan kue basah dan es, belum sampai satu jam ludes,” akunya.

Yuli juga mengaku bahwa adanya kegiatan Car Free Day yang berlangsung di hari yang sama membuat road show semakin semarak. Menurutnya banyak pengunjung Car Free Day yang awalnya niat berolah raga justru banyak yang belok ke acara road show untuk berbelanja. “Kalau tidak ada pengunjung Car Free Day juga tidak seramai ini,” katanya.

Sementara itu, Camat Genteng Eddy Christijanto mengaku animo masyarakat Genteng sudah terbentuk sudah lama. Hanya saja pasar yang besar ini menurutnya kurang bisa dimanfaatkan warganya. Karena itu saat ini pihaknya mengaku senang dengan adanya road show Pahlawan Ekonomi aktifitas ekonomi dan perputaran uang warga Genteng bisa dikendalikan.

“Kami di sini ada 33 UMKM. Kita lihat animo masyarakat sangat tinggi. Kalau perputaran uang bisa di sini saja, atau bahkan uang dari luar masuk ke Genteng kan itu baik untuk kesehjateraan warga. Ekonomi mereka juga kan meningkat,” terangnya.

Di satu sisi, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam sambutannya menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Persoalan yang terpenting menurutnya setelah dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang.

“Pasti akan ada banyak warga Malaysia, Singapura, dan negara-negara lain datang ke sini untuk jualan. Lalu uangnya akan dibawa ke negaranya. Kita tidak mendapat apa-apa. Karena itu kita harus berjuang, jangan sampai kita dijaja lagi. Karena kita bisa mencukupi kebutuhan hidup sendiri tanpa bantuan orang lain,” tegasnya. (wh)