Banjir Pakal Surut, Jalan Berlubang Bertambah

Banjir Pakal Surut, Jalan Berlubang Bertambah
Sepanjang jalan Singgapur diberi pasir yang dimasukkan ke karung guna menutup lubang. umar alif/enciety.co

Banjir kiriman dari Kabupaten Gresik yang berada di kawasan Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal Surabaya telah surut, Rabu (11/2/2015). Banjir Pakal ini telah menenggelamkan kawasan tersebut sejak enam hari lalu dan kini membuat kondisi jalan menjadi rusak.

Banyak lubang besar bermunculan yang diakibatkan oleh banjir tersebut. Dengan banyaknya lubanb besar ini, satpol PP dan dinas kebersihan dan pertamanan kota Surabaya menutup jalan yang berlubang dengan pemberian pasir yang dimasukkan ke dalam karung.

“Bila tidak diberi karung yang berisi pasir ditakutkan banyak pengendara yang celaka akibat lubang jalan yang bertambah akibat banjir kemarin,” kata Aji salah satu petugas kepada enciety.co.

Seperti diketahui, jalan Singgapur sendiri merupakan jalan yang bisa dikatakan jalur utama menuju ke Gelora Bung Tomo dan pembuangan sampah. Juga merupakan akses warga menuju perumahan dan kampung yang banyak berlokasi disana.

Apalagi, hingga kini lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) belum terpasang. Hanya perumahan dan warga yang memberikan lampu di luar rumah mereka untuk menambah sinar waktu malam hari bagi pengendara.

Aji sendiri belum mengetahui kapan akan dilakukan perbaikan di jalan Singgapur tersebut. “Wah, kalau itu urusan pimpinan, Mas. Coba tanyakan kepada mereka,” tukasnya.

Erik, salah seoarang warga, mengatakan sebaiknya Jalan Singgapur ditinggikan melebihi tambak milik warga yang banyak terdapat disisi samping kanan dan kiri jalan ini.

Dengan melakukan peninggian diharapkan akses jalan Singgapur tidak akan tenggelam lagi oleh banjir kiriman seperti yang dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya yang meninggikan dan mengecor jalan Sumberejo. Dengan pengecoran jalan tersebut, tidak ada lagi banjir di jalan Sumberejo.

“Jalan ini dulu sering banjir dan rusak terus ditinggikan oleh pemkot dan dicor jalannya hingga kini aman dari banjir apalagi rusak. Disini banyak dilalui truk besar kan kalau jalan aspal pasti berlubang,” tutur Erik. (wh)