Banjir Pakal, Pemkot Kerahkan Alat Berat Tutup 4 Titik Tanggul Jebol

Banjir Pakal, Pemkot Kerahkan Alat Berat Tutup 4 Titik Tanggul Jebol

Hendro Gunawan dan tim gabungan bantu tanggulangi tanggul jebol di Pakal, Minggu (5/2/2017).

Banjir di kawasan kecamatan Pakal selama dua  hari ini,  diakibatkan oleh empat  titik tanggul yang jebol di kawasan Njawu. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Kota (Sekkota) Pemkot Surabaya Hendro Gunawan saat ditemui enciety.co di kelurahan Sumberrejo saat memimpin tim gabungan melakukan perbaikan, Minggu (5/2/2017) siang.

“Ada empat  titik tanggul yang jebol dan tergeser kedudukannya saat menahan derasnya air dari Kali Lamong yang ada anak kalinya. Kami mulai Sabtu 4 Februari kemarin berusaha melakukan perbaikan disana,” kata Hendro Gunawan.

Untuk mengatasi banjir di Pakal ini, Pemerintah Kota Surabaya mengerahkan 4 excavator, 30 truk pengangkut pasir, 30 pick up ranger dari tim gabungan penanggulangan bencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Selain BPB Linmas, SKPD lain yang turun ke lokasi berasal dari Dinas Sosial, Pekerjaan Umum dan Pematusan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, hingga Dinas Pemadam Kebakaran. Tim gabungan ini melakukan penanggulan darurat dan memberikan bantuan makanan ke warga.

Diketahui, dari hasil melihat kerusakan tanggul ternyata bukan hanya saja karena derasnya kali Lamong. Tetapi juga ada tangan jahil membongkar tanggul untuk mengoperasikan tambak yang banyak disana. Rencananya, akan ada tim dari kelurahan Sumberejo dan Kecamatan Pakal serta Satpol PP yang akan melakukan penjagaan disana secara kontinyu.

Saat ditanyakan langkah selanjutnya menanggulangi banjir Pakal, Hendro melanjutkan nantinya tim gabungan ini akan terus bekerja selama banjir tetap menggenangi kawasan tersebut. Selain itu pekerjaan perbaikan akan dilakukan secara terus menerus agar dapat meminimalkan banjir datang kembali. “Kami kerjasama dengan pemerintah pusat untuk normalisasikan Kali Lamong karena berbatasan dengan Gresik. Jadi gak bisa Surabaya sendiri. hujan belum berhnti akan terus, karena harus kerja dari hulu ke hilir,” tukasnya. (ram)