Banjir di Surabaya Barat, Motor pun Dijinjing

Banjir di Surabaya Barat, Motor pun Dijinjing
Usaha penyeberangan motor dilakukan warga akibat terjangan banjir di Surabaya Barat.

Banjir yang mendera Surabaya Barat, yaitu di Kecamatan Benowo dan Kecamatan Pakal, membuat beberapa orang yang akan menggunakan ruas jalan dengan motor terpaksa harus berputar balik.

Untuk motor yang nekat menerjang banjir, konsekuensi yang didapat motornya mogok di tengah perjalanan. Keadaan seperti ini membuat beberapa masyarakat berinisiatif menyediakan jasa pengangkutan motor.

Seperti terlihat di Jalan Kauman arah menuju Gelora Bung Tomo (GBT) Pakal Surabaya. Sebanyak 8 orang kuli panggul siap mengangkat motor menyeberang rel kereta api Benowo akibat banjir yang melanda jalan Singgapur.

Sekelompok yang diisi empat orang ini hanya mengandalkan alat sederhana yaitu potongan bambu atau kayu, lonjoran besi dan tali. Mereka dibayar Rp 10 ribu untuk sekali pengangkutan motor.

Rusli, salah satu pengendara motor yang terjebak banjir, meminta bantuan kepada kelompok ini untuk mengangkut motornya guna disebrangkan.

“Kantor saya ada di Gresik. Bila nekat terjun banjir maka pasti mogok. Gak apa bayar Rp 10 ribu asal tidak telat kerja,” kata Rusli kepada enciety.co, Kamis (19/3/2015).

Supri pengangkut motor mengatakan dirinya mempunyai ide mengangkut motor karena kasihan melihat orang yang tidak bisa pergi ke tujuannya karena banjir.

Dengan melakukan pengangkutan motor secara manual ini, selain membantu orang juga dirinya dapat menghasilkan penghasilan yang lebih buat keluarganya.

“Lumayan hari ini dapat mengangkut 50-an motor. Tapi uangnya dibagi berempat. Kami tidak menarik bayaran lebih karena juga ingin membantu Mas,” kata Supri sambil ngos-ngosan habis mengangkut motor. (wh)