Banjir Belum Surut, Ekonomi Warga Pakal Lumpuh

Banjir Belum Surut, Ekonomi Warga Pakal Lumpuh
Warung yang juga dipakai sebagai rumah di Pakal masih tutup akibat banjir. umar alif/enciety.co

Banjir kiriman dari Kabupaten Gresik yang melanda Kelurahan Sumberejo Kecamatan Pakal, Surabaya hingga hari keempat masih menggenangi ratusan rumah di tempat ini. Belum surutnya banjir di kawasan ini membuat warga Pakal yang menggantungkan hidupnya dari berjualan di warung, kebingungan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Karmiyah, warga Jebung, Pakal yang mempunyai warung makanan dan minuman mengaku tutup operasionalnya sejak banjir menerjang tempat usahanya.

“Ya tutup, Mas. Lagian siapa yang mau andok (makan atau minum di warung red) disini wong banjir. Pelanggan juga gak mau mereka kecek,” kata Karmiyah kepada enciety.co, Senin (9/2/2015).

Biasanya, per hari Karmiyah dapat mengantongi penghasilan dari usaha warungnya Rp 100-150 ribu. Kini, akibat warungnya tidak buka selama empat hari, terpaksa dirinya membuka celengannya untuk biaya makan sehari-hari.

Untuk membuat dapur tetap ngebul, Ia pun akhirnya berganti stir menjadi tukang cuci di rumah makan di terminal Benowo. Menurut wanita paruh baya ini, hal tersebut rutin dilakukannya bila banjir menerjang kawasan Pakal.

“Lumayan buat nambah sangu anak sekolah dan kebutuhan sehari-hari. Pokoknya ada kerjaan apa tak kerjakan sembari nunggu banjir surut,” ujarnya.

Ia pun mengaku hingga kini belum menerima bantuan dari pemerintah. Namun dirinya juga mengatakan bila hal tersebut tidak terlalu dipikirkan dan diharapkan.

“Lebih baik usaha sendiri daripada nunggu bantuan. Sudah biasa kerja keras,” ujar dia sambil pamit untuk pergi ke Benowo menjadi tukang cuci di warung lainnya. (wh)