Bangun Pabrik Sagu di Papua, Perhutani Investasikan Rp 112 M

 

Bangun Pabrik Sagu di Papua, Perhutani Investasikan Rp 112 M

Perum Perhutani menginvestasikan dana sebesar Rp112 miliar untuk membangun pabrik Sagu di Kais, Papua Barat. Pabrik sagu ini berkapasitas 30.000 ton per tahun. Pabrik memanfaatkan pohon Sagu yang diklaim memiliki kualitas sagu terbaik di dunia.

Dirut Perum Perhutani, Bambang Sukmananto mengatakan, kualitas pohon Sagu asal Papua ini cukup terkenal dengan sagu raja.   Sagu jenis ini, dalam sehari mampu menghasilkan  Sagu  sebanyak 900 kg/batang.

Bambang menjelaskan hutan Sagu di Papua merupakan hutan Sagu terbesar di dunia. Di  wilayah Papua terdapat tanaman Sagu seluas sekitar 4,5 juta hektar. Ini menjadi potensi sebagai produsen sagu terbesar di dunia.

“Perhutani siap bermitra dengan masyarakat tempat pabrik Sagu berlokasi untuk mengembangkan perekonomian di wilayah itu,” tambahnya.

Sagu adalah tanaman asli Indonesia yang menjadi sumber karbohidrat utama yang dapat digunakan untuk makanan sehat. “Ya seperti makanan, bioethanol, gula untuk industri makanan dan minuman, pakan ternak, industri kertas dan farmasi dan lainnya,” tuturnya

Nantinya, Pabrik Sagu milik Perhutani ini akan produksi penuh pada 2017 dengan kapasitas 30.000 ton per tahun.”Tahun 2015 berproduksi 25 persen, 2016 50 persen, dan 2017 baru full produksi 30.000 ton per tahun,” ujar Bambang.

 Bambang menjelaskan Perhutanimembangun pabrik sagu tersebut di atas lahan seluas 15.000 hektar dan telah mendapatkan restu dari pemerintah Papua dan juga pemegang saham atau Kementerian BUMN. “Perhutani siap dan terus mengembangkan pabrik sagu untuk memenuhi kebutuhan nasional,” jelanya. (inl/ram)