Bangun Kebun Baru, Astra Agro Siapkan Rp 3 T

 

Bangun Kebun Baru, Astra Agro Siapkan Rp 3 T

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berencana mengembangkan perkebunan kelapa sawit dan karet, penambahan unit pengolahan tandan buah segar (refinery) dan infrastaruktur penunjang kawasan perkebunan. Sepanjang tiga bulan pertama, belanja modal  yang telah teralisasi mencapai Rp 700 miliar dari total Rp 3 triliun yang disiapkan perseroan.

“Dari total anggaran belanja modal sekitar Rp3 triliun tahun ini, , hingga kuartal pertama baru terserap sekitar Rp 700 miliar,” ujar Direktur Keuangan AALI, Rudy Chen.

Dari total belanja modal yang disiapkan perseroan, 35 persen dialokasikan untuk pembukaan kebun baru dan rencana akuisisi sejumlah kebun, pembangunan refinery 40-45 persen dan sisanya untuk pengembangan infrastruktur di sejumlah lokasi perkebunan.

“Untuk tiga pabrik sudah mulai dibangun atau dalam proses. Ketiga pabrik  pengolahan kelapa sawit berkapasitas masing-masing 45 ton perjam,” ujar Rudy.

Sementara untuk pengembangan perkebunan, Astra Agro berencana membangun 5.000 hektare perkebunan karet tahun ini. “Tahun lalu, kita telah mencoba membangun 500 hektare perkebunan karet,” katanya.

Adapun sumber pendanaan belanja modal tahun ini, Rudy menyampaikan, akan berasal dari kombinasi antara kas internal perusahaan ditambah oleh pinjaman perbanka yang telah diperoleh manajemen Astra Agro dari beberapa Bank.

“Jadi, kami sekarang punya fasilitas dari 4 Bank sekitar USD 397 juta, dan sudah kami tarik sekitar USD 220 juta. Jadi masih sekitar USD 175 juta yang akan dipakai untuk pendanaan capex tahun ini. Adapun sisanya nanti akan disumbang dari kas internal perusahaan,” imbuhnya.

Bagi Dividen

Dalam RUPS, pemegang saham Astra Agro menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 515 per saham, atau setara 45 persen dari laba bersih AALI di akhir tahun 2013 yang sebesar Rp 1,8 triliun.

Dirut AALI  Widya Wiryawan mengatakan dividen yang dibagikan kami ini sudah termasuk didalamnya dividen interim sebesar Rp 160 per saham yang telah dibayarkan oleh manajemen Astra Agro pada tanggal 23 Oktober 2013 lalu.

“Adapun sisanya sebesar Rp 355 per sahan akan dibayarkan mulai tanggal 30 Mei 2014 ke para pemegang saham ,” katanya. (wh)