Bangun Jalur Trem, Bongkar 23 Bangunan di Simpang Dukuh

Bangun Jalur Trem, Bongkar 23 Bangunan di Simpang Dukuh

Pembongkaran bangunan di Simpang Dukuh, Jumat (9/6/2017). foto:humas pemkot surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pembongkaran 23 bangunan di kawasan Simpang Dukuh dengan rincian bangunan yang dibongkar (hari ini) sebanyak 4 persil sedangkan 7 persil masih dalam proses konsinyasi di pengadilan. Pembongkaran bangunan ini sendiri demi kelancaran proyek pembangunan jalur trem yang akan dibangun oleh Pemkot Surabaya dan langsung dipimpin Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), Erna Purnawati dibantu Linmas, Satpol PP serta DKP.

Menurut Wali Kota Tri Rismahirini pembongkaran bangunan dilakukan sebagai pengalihan jalur di jalan Tunjungan yang relatif banyak terpotong. Oleh karena itu dipindahkan ke Simpang Dukuh agar ketika pengerjaan trem dimulai, arus lalu lintas tidak mengalami kemacetan.

“Jadi semula kan 4 dan kita potong menjadi 3 bagian yang nanti dua jalur untuk trem dan satu jalur mengarah ke barat untuk pedestrian jalan. Namun ini masih dikaji oleh Dishub dan kepolisian apakah satu atau dua arah,” kata Tri Rismaharini.

Pembongkaran bangunan itu, sambung Risma telah mendapat ganti rugi dari Dinas PU. Sedangkan untuk beberapa bangunan rumah yang bermasalah terkait surat rumah yang bukan atas nama warga itu sendiri tapi milik orang lain, Pemkot Surabaya sudah menitipkan uang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

“Namun kami meminta warga menyelesaikannya itu dulu,” jelas Risma.

Mantan Kepala Bappeko kota Surabaya tersebut menargetkan pengerjaan jalan di kawasan Simpang Dukuh harus selesai tahun ini juga. Sebab, sudah ada kontrak, oleh karena itu Risma berharap ada kelancaran dan bisa selesai dalam waktu 4 bulan.

“Jadi ketika pembangunan trem berlangsung warga sudah tidak mengeluh terkait penyempitan jalan,” imbuhnya sambil mengatakan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh Pemkot Surabaya dalam pembangunan jalan mencapai Rp  6 miliar.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati mengatakan bahwa dirinya bersama Dishub Surabaya sudah mengantisipasi penggunaan jalan Tunjungan untuk jalur trem  dengan pelebaran jalan Simpang Dukuh. Menurutnya, pelebaran ini akan dikerjakan secara paralel.

“Untuk antisipasi penggunaan jalan Tunjungan untuk jalur trem, Insya Allah sudah kita hitung manajemen dan rekayasa lalin. Makanya kita alihkan ke Genteng Kali dan Simpang Dukuh,” katanya. (wh)