Bangun Cluster Baru, Pakuwon Bukukan Transaksi Rp 350 M

Bangun Cluster Baru, Pakuwon Bukukan Transaksi Rp 350 M

Minat konsumen terhadap produk properti jelang pergantian tahun ternyata cukup tinggi. Kekhawatiran akan adanya kenaikan harga properti di awal tahun sebagai imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta upah pekerja, disinyalir menjadi salah satu pemicu tinggi permintaan properti di penghujung tahun 2014 ini.

Pengembang yang merasakan lonjakan permintaan menjelang akhir tahun ini adalah Pakuwon Group. Proyek terbarunya, Grand Pakuwon di Surabaya Barat menjadi salah satu yang banyak diburu masyarakat saat ini.

Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi mengatakan, meski baru dikenalkan ke masyarakat, namun antusiasme konsumen terhadap Grand Pakuwon sangat tinggi. Terbukti, saat pihaknya menggelar open house untuk penjualan dua cluster pertamanya di Grand Pakuwon, Minggu (7/12/2014) lalu, ratusan unit rumah ludes terjual.

“Kita pasarkan dua cluster, Adelaide dari total 165 unit langsung terjual 96 persen, dan cluster Victoria dari total 41 unit terjual 93 persen. Kalau diekuivalen ke nilai, dalam waktu kurang dari sehari penjualan, sudah ada transaksi senilai Rp 350 miliar,” kata Sutandi kepada wartawan di sela pembukaan Pakuwon Group Property Festival di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, Rabu (10/12/2014).

Diakuinya, tingginya animo konsumen terhadap Grand Pakuwon, selain karena harga yang dipatok masih merupakan harga awal, sehingga potensi kenaikan harga sangat terbuka, juga karena komitmen dari Pakuwon Group untuk menjadikan Grand Pakuwon sebagai kota mandiri terbaru di kawasan Surabaya Barat.

“Telah dibangunnya infrastruktur berupa flyover dengan nilai investasi lebih dari Rp 100 miliar sebagai pintu gerbang perumahan menjadi salah satu bukti komitmen kami untuk mengangkat nilai investasi properti di sana. Selain juga tentu sejumlah pengembangan proyek, seperti food festival, area komersial, pusat perbelanjaan, dan sebagainya di kawasan itu ke depannya,” ujar Sutandi.

Bukan hanya Grand Pakuwon, lanjut dia, proyek highrise terbaru yang bakal dibangun di Pakuwon Indah, yakni apartemen Anderson juga mendapat respons positif konsumen di akhir tahun ini.

“Dari total 900 unit yang akan dibangun, sekitar 80 persen terjual hanya dalam waktu dua bulan. Ini capaian yang luar biasa, karena biasanya unit sebanyak itu baru bisa terjual dalam jangka 1 tahun lebih,” ungkap Sutandi.

Dengan kenyataan itu, dia optimistis bahwa penjualan properti di akhir tahun ini masih memiliki peluang untuk mengalami peningkatan. “Di saat kurs dolar AS menguat seperti sekarang ini orang memilih untuk melepas dan mengalihkan ke investasi properti. Karena jika tahun depan kondisi ekonomi tumbuh positif di atas 6 atau 7 persen, saya yakin kenaikan harga properti akan di atas 25 persen. Tahun ini saja kenaikan harga properti sekitar 27 persen,” jelasnya.

Oleh karena itu, memanfaatkan positifnya pasar di akhir tahun, pihaknya menggelar Pakuwon Group Property Festival, yang memamerkan seluruh proyek Pakuwon Group di Surabaya Timur, Surabaya Pusat, serta Surabaya Barat dengan beragam program diskon, uang muka yang bisa diangsur hingga 4 tahun, dan beragam hadiah menarik.

“Untuk setiap pembelian properti tertentu selama pameran akan mendapatkan bonus Super Gift berupa cash voucher senilai hingga Rp 1 miliar, yang bisa digunakan untuk pembelian ke-2 di seluruh produk properti Pakuwon Group. Selain juga pembeli berkesempatan memenangkan undian mobil mewah,” ujar Hario Utomo, Marketing Coordinator Pakuwon Group. (wh)