Bangun Apartemen, BSD Ekspansi ke Surabaya

Bangun Apartemen, BSD Ekspansi ke Surabaya
Apartemen Saveria milik pengembang BSD. foto: karyantochandra

Kota Surabaya tetap menjadi pilihan pengembang properti untuk pemasaran produk apartemen kelas menengah atas selain Jakarta. Pengembang PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) menganggarkan belanja modal untuk akuisisi lahan dan pengembangan infrastruktur sebesar Rp 3,5-4 triliun untuk akuisisi lahan dan pembangunan infrastruktur di Surabaya, Semarang, Balikpapan, Palembang dan Menado.

“Ekspansi ke Surabaya kita mulai dengan mengakuisisi lahan seluas tiga hektare di Jalan Mayjend Sungkono,” ujar Direktur BSD Monik William kepada pers di Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Dia mengakui  persaingan merebut pasar properti kelas atas di Surabaya, khususnya apartemen sangat ketat. “Karena itu, kita persiapkan konsep yang matag untuk bisa bersaing. Saat ini, kita tengah melakukan tahap desain untuk pengembangan lima unit apartemen. Kita telah menunjuk perusahaan perencana dari Singapura,” ucapnya mengenai persaingan ketat di Singapura.

Dia berharap awal 2016, apartemen pertama kelompok usaha properti BSD sudah dibangun dan dipasarkan kepada konsumennya.

Selain Surabaya, BSD juga mengicar sejumlah kota untuk ekspansinya. Untuk kebutuhan akuisisi lahan dan pembangunan infrastruktur dan kebutuhan investasi lainnya telah disiapkan dana sekitar Rp 3,5 hingga Rp 4 triliun.

Direktur BSD Hermawan Wijaya menambahkan, dana capex perseroan diharapkan dapat menopang target pertumbuhan laba bersih sebesar 10-15 persen di tahun 2015, atau setara Rp 4,2- 4,39 triliun melalui penciptaan nilai di proyek-proyek yang dimiliki BSD.

Dana belanja modal didapatkan dari kas internal perseroan yang mencaoai Rp 2,5 triliun. “Kita juga masih punya  dana hasil penerbitan obligasi yang mencapai USD 225 juta. Dana-dana itu bisa kita manfaatkan untuk ekspansi ke depan,” jelasnya.

Selain itu, perseroan juga telah mencadangkan laba bersih senilai Rp 3,52 triliun, atau 92,4 persen dari total laba bersih yang dihimpun sepanjang 2014, untuk ekspansi.

“Properti itu terus tumbuh. Kita harus siap dengan dana untuk pengembangan ke depan,” ucap Hermawan. (wh)