Bangun Apartemen Baru, Lamicitra Siapkan Rp 8 T

Bangun Apartemen Baru, Lamicitra Siapkan Rp 8 T
foto: guterres/enciety.co

PT Lamicitra Nusantara Tbk (Persero) melalui anak usahanya, PT Dharma Bhakti Adijaya, agresif membangun apartemen. Lamicitra mengeluarkan anggaran Rp7-8 triliun untuk mengembangkan bisnis properti tahun ini.

Dana akan dipergunakan untuk membangun proyek apartemen elit yang berada di Surabaya Barat, bernama Darmo Hill Apartement. Pembangunan akan dilakukan di atas lahan seluas 3 hektar. Namun, sebagai proyek pertama akan dibangun Rosewood Tower darmo Tower darmo Hill Apartment dialah seluas 7.000 meter persegi.

“Nantinya akan ada lima tower yang berada di lahan 3 hektar. Tahap awal akan berdiri satu tower diatas lahan 7.000 meter persegi,” ujar President Director PT Dharma Bhakti Adijaya, Prasetyo Kartika, di Hotel Tunjungan, Rabu (18/8/2015).

Untuk tower pertama ini, Prasetyo mengatakan kalau apartemen akan berdiri dengan 41 lantai. Dalam satu lantai akan tersedia 16 unit room, sedangkan secara total apartemen akan memiliki 350 unit kamar. Dengan pembangunan ini, pihaknya sangat yakin akan terjual semua unit yang tersedia.

Pasalnya, di Surabaya masih sangat menjanjikan dibandingkan daerah lain. Apalagi, daerah yang berdiri apartemen ini merupakan lokasi tempat tinggal yang nyaman dan tidak jauh dari pusat pemerintahan.

“Kami mengincar segmen menengah ke atas. Warga asing juga menjadi bidikan segmen kami, karena mereka masih banyak yang membutuhkan tempat tinggal,” ujarnya.

Selain itu, data tarik yang dimiliki apartemen ini karena dikelilingi pemukiman kelas menengah atas, pusat bisnis, dan hiburan. Akses ke berbagai destinasi juga mudah. Untuk menuju pusat kota bisa dicapai dalam jarak tempuh 15 menit, sedangkan tol Satelit bisa dijangkau dalam 5 menit, serta 20 menit menuju Bandara Juanda.

“Orang asing seperti ekspatriat dari Jepang juga menjadi segmen kami. Mereka banyak yang tertarik memiliki apartemen ini,” papar dia.

Marketing Coordinator PT Dharma Bhakti Adijaya Ujang Ongkowidjojo menambahkan, ketertarikan konsumen untuk memiliki apartemen ini sudah terasa. Saat ini, konsumen yang melakukan pemesanan sekitar 100 unit dari kelas menengah ke atas. Dengan begitu, pihaknya menegaskan kalau pembangunan apartemen ini akan dimulai tahun 2016 dan diselesaikan tahun 2019 mendatang.

“Harga yang kami tetapkan tidak mahal, berkisar Rp 27,5 juta per meter. Paling tinggi Rp 29,5 juta per meter persegi,” katanya.

Ujang menuturkan, dengan harga ini target penjualan saat ground breaking, bisa mencapai 50 persen dari 350 unit. Setelah ini tuntas, pembangunan tower berikutnya akan dimulai. Namun, Lamicitra akan menunggu hasil penjualan yang dilakukan. Jika konsumen banyak yang berminat, maka pembangunan apartemen akan digenjot.

“Pembangunan apartemen ini akan mendongkrak pendapatan Lamicitra secara keseluruhan,” ujar dia. (wh)