Dishub Sumenep Klaim Bandara Trunojoyo Layak Dipakai Latihan

 

Bandara Trunojoyo Tak Layak Digunakan Latihan

Menanggapi jatuhnya pesawat latih milik Merpati Pilot School (MPS) Sumenep pada Jumat (19/9/2014), pihak Bandara Trunojoyo Sumenep mengklaim bahwa lapangan terbangnya layak digunakan latihan penerbangan.

“Itu murni kecelakaan. Jadi bukan karena Bandara Trunojoyo yang dikatakan tidak layak. Bandara kami layak untuk digunakan latihan dan sudah digunakan latihan setiap harinya,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Moh Fadhilah kepada awak media, Jumat (19/9/2014) sore.

Artinya, menurut Fadhilah pesawat bewarna biru putih itu jatuh dengan sendirinya dan bukan karena persoalan kondisi Bandara Trunjoyo Sumenep.

“Mengingat saat ini Bandara Trunojoyo sudah dinyatakan layak untuk sekolah penerbangan. Terbukti sekolah penerbangan di Sumenep sudah tiga tahun berjalan dan tidak terjadi apa-apa. Tapi kenapa sekarang kok ada kejadian ini? Tetapi kejadian ini bukan karena kondisi bandara,” tegas Fadhilah lagi.

Fadhilah juga menyebutkan, untuk memastikan kecelakaan pesawat ini, Komite Nasional Keselamatan Transfortasi ( KNKT ) Jakarta dan otoritas penerbangan di Surabaya, akan segera datang ke Sumenep untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat.

“Insya Allah besok atau lusa KNKT dan Otoritas Bandara datang ke Sumenep,” tutur dia.

Pesawat latih milik Merpati Pilot School (MPS) tiba-tiba jatuh di sekitar persawahan, sebelah timur Bandara Trunojoyo Sumenep, Madura pada Jumat (19/9/2014). Dari kejadian ini, dikabarkan seorang siswa pilot, Haris Yondi (21), tewas di tempat.

Dari penurutan saksi di lapangan, pesawat jatuh sekitar pukul 14.00 WIB siang. Dari pantauan di lapangan pesawat berjenis PK-MSN itu remuk di area persawahan warga. (wh)