Bambang Mukti Riyadi Jabat Kepala OJK Regional 4 Jatim

Bambang Mukti Riyadi Jabat Kepala OJK Regional 4 Jatim

foto: humas ojk

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 4 Jawa Timur, Selasa (28/1/2019) menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2020 dan Serah Terima Jabatan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur di Hotel Sheraton Surabaya. Kegiatan ini dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Anggota Komisi XI DPR RI, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur serta Pelaku Industri Jasa Keuangan.

PTIJK Jawa Timur merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Bertujuan
mengkomunikasikan arah kebijakan strategis OJK ke depan. Selain itu, PTIJK diharapkan menjadi ajang silaturahmi dan penguatan sinergi antara OJK dengan pemangku kepentingan terkait dalam konteks pengembangan ekonomi dan pelaksanaan tugas OJK di daerah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Heru Kristiyana menyampaikan, di tengah penurunan pertumbuhan ekonomi global di sepanjang tahun 2019, secara umum stabilitas makro ekonomi Indonesia masih tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi nasional masih tercatat 5,02 persen di kuartal III 2019. “Diharapkan pada akhir tahun masih di atas 5 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada kuartal III 2019 adalah sebesar 5,32 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Kata dia, hal ini tak terlepas dari peran pembiayaan oleh Industri Jasa Keuangan di Jawa Timur. Kredit
Perbankan sampai dengan posisi November 2019 tumbuh 3,9 persen. Jumlah emiten di Jawa Timur yang melakukan penghimpunan dana di Pasar Modal meningkat menjadi 37 emiten. Ada pun total dana yang dihimpun dari 3 emiten yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) tahun 2019 mencapai Rp 136,8 miliar.

Jumlah investor saham meningkat signifikan sebesar 34,3 persen. Jumlah investor Reksa Dana meningkat 93,7 persen dari tahun lalu, terutama investor retail. Industri Keuangan Non Bank di Jawa Timur juga meningkat, Premi Asuransi tumbuh 0,7 persen dan Piutang Perusahaan Pembiayaan tumbuh 5,9 persen.

“OJK menuangkan kebijakan strategis sektor jasa keuangan untuk lima tahun ke depan dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan tahun 2020-2024. Terdapat 5 (lima) kebijakan strategis untuk diimplementasikan di tahun 2020, yaitu peningkatan skala ekonomi industri keuangan,” jabarnya.

Juga, mempersempit regulatory dan supervisory gap antar sektor jasa keuangan. Transformasi digital sektor jasa keuangan. Mempercepat penyediaan akses keuangan serta mendorong penguatan penerapan market conduct dan perlindungan konsumen dan yang terakhir pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

“Sepanjang tahun 2019, OJK Regional 4 Jawa Timur telah melakukan upaya yang masif dan berkesinambungan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat Jawa Timur guna meningkatkan literasi keuangan dalam mewujudkan Jatim Well Financial Literate,” papar Heru.

Upaya peningkatan literasi keuangan kepada masyarakat Jawa Timur dilaksanakan melalui 194 kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, menginisiasi Program Si-Pinter Keuangan (Sentra Informasi Pelatihan dan Inklusi Literasi Keuangan) dengan dukungan beberapa universitas di Jawa Timur, serta penerbitan Seri Buku Edukasi Keuangan Syariah.

Sementara itu, upaya peningkatan inklusi keuangan di Jawa Timur selama tahun 2019 dilakukan antara lain melalui program business matching TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) untuk UMKM, mendorong pendirian 15 Bank Wakaf Mikro (BWM) dan perluasan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (LAKU PANDAI).

Fungsi perlindungan konsumen dilakukan melalui kegiatan edukasi keuangan, penanganan pengaduan nasabah sebanyak 3.282 pengaduan serta berkoordinasi dengan instansi terkait yang tergabung dalam Tim Kerja Satgas Waspada Investasi (SWI) Jawa Timur untuk mencegah dan menangani maraknya tawaran dan praktik investasi ilegal yang meresahkan masyarakat.

Heru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keberhasilan Kantor Regional 4 Jawa Timur yang sebelumnya dipimpin oleh Heru Cahyono dalam menjalankan fungsi dan peran OJK di wilayah Jawa Timur. Selanjutnya dia berharap momentum ini dapat menjadi tonggak bagi Kepala Kantor Regional 4 Jawa Timur yang baru, Bambang Mukti Riyadi untuk lebih mengukir prestasi dalam mewujudkan OJK yang “kredibel” di mata stakeholder.

Heru Cahyono yang akan segera meninggalkan Jawa Timur menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dan mendukung OJK dalam melaksanakan tugasnya, terutama kepada Gubernur Provinsi Jawa Timur atas dukungannya dalam pelaksanaan tugas OJK di Jawa Timur.

Salah satunya terwujud pada program dan dukungan pada upaya peningkatan budaya menabung bagi pelajar sejak dini melalui program One Student One Account dan upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur.

Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kapolda Jawa Timur dalam mencegah dan menangani praktek investasi illegal, serta kepada seluruh Pimpinan Lembaga Jasa Keuangan yang
turut serta dalam peningkatan perekonomian Jawa Timur.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur yang baru dilantik, Bambang Mukti Riyadi mengharapkan kerja sama, sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam rangka mendorong penguatan ekosistem Industri Jasa Keuangan di Jawa Timur yang lebih berdaya saing dan berkualitas.(wh)