Balai Monitoring Kedodoran Tertibkan Penguat Sinyal

 

Balai Monitoring Kedodoran Tertibkan Penguat Sinyal

Banyaknya repeater (penguat sinyal) telekomunikasi mendapat sorotan dari Balai Monitoring Pos dan Telekomunikasi. Balai Monitoring (Balmon) tidak menampik untuk mendapatkan repeater cukup gampang dan lalu lintas barang juga mudah.

Kepala Seksi Operasional Perbaikan dan Pemeliharaan Balmon Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Surabaya, Syamsul Huda, mengakui cukup banyak barang ilegal yang diimpor langsung. Padahal saat ini filter sudah dilakukan pihak bea dan cukai untuk pemeriksaan barang-barang impor.

Repeater itu seharusnya dipasang oleh rekan-rekan operator telekomunikasi, tetapi banyak yang dilakukan secara pribadi. Dampaknya, sinyal yang seharusnya dikonsumsi orang banyak hanya dikonsumsi dalam jumlah tertentu,” katanya, Selasa (23/9/2014).

Hasil temuan yang didapat Balmon lainnya, repeater umumnya dipasang di kawasan pinggiran kota. “Atau daerah blank spot (dareah tanpa sinyal),” tegasnya.

Dari temuan lainnya, pengguna penguat sinyal ini dilakukan oleh pelanggan premium tanpa melalui mekanisme. Hanya saja Balmon Jatim tidak menyebutkan pelanggan premium yang kerap menggunakan peralatan penguat sinyal.

Di sejumlah kota di Jawa Timur, sejumlah pemasangan repeater saat ini lebih banyak dilakukan di parkir basement gedung-gedung bertingkat, seperti mall, hotel, dan gedung perkantoran di dareah pinggiran. “Pemasangan penguat sinyal di basement ini karena minimnya gelombang telekomunikasi,” lanjutnya.

Dua minggu lalu, balmon Surabaya berkoordinasi dengan balmon pusat untuk menertibkan penggunaan repeater ilegal di sejumlah kota. Hanya saja, wewenang untuk mengumumkan hasil tersebut diserahkan ke Balmon Pusat sebagai pemegang kebijakan tertinggi.

Sejauh ini belum ada laporan nilai kerugian akibat adanya penguatan sinyal secra ilegal. “Sejauh ini kami belum mendapat laporan dari rekan-rekan operator seluler, berapa nilai kerugiannya. Tetapi bila mengacu dari penggunaannya, bisa mencapai ratusan juta rupiah perbulannya,” tutupnya. (wh)