Bahas Kepegawaian, Risma Bertemu Menteri Yuddy Chrisnandi

Bahas Kepegawaian, Risma Bertemu Menteri Yuddy Chrisnandi
foto: liputan6.com

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Pertemuan itu untuk membahas masalah kepegawaian Surabaya, terutama terkait dengan kurangnya tenaga pelayanan masyarakat seperti dokter dan guru.

Risma menjelaskan kepada Yuddy mengenai kurangnya tenaga dokter spesialis berstatus pegawai negeri sipil di rumah sakit pendidikan yang dibutuhkan oleh fakultas kedokteran dari perguruan-perguruan tinggi di Surabaya sebagai tempat praktik.

“Dokter spesialis tidak ada yang mendaftar. Dalam penerimaan pun tidak ada yang isi,” ucap dia.

Risma meminta kepada pihak Kemenpan-RB untuk membantu Kota Surabaya memenuhi tenaga pelayanan masyarakat dengan pemberlakuan formasi khusus untuk psikiater dan dokter spesialis.

“Kami ingin menerima (tenaga pelayan kesehatan) tanpa membajak, karena tidak bagus untuk daerah lain,” ujarnya.

Menteri Yuddy menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa kekurangan tenaga pelayanan kesehatan di Kota Surabaya terjadi bukan karena minimnya dukungan pemerintah, namun karena minat para dokter untuk mengisi formasi PNS yang disediakan sangat kecil.

“Bahkan untuk formasi dokter spesialis oleh pemerintah sama sekali tidak ada peminatnya, karenanya sangat kekurangan sementara masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan semakin besar,” kata dia.

Kemenpan-RB akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk penerimaan tenaga medis agar bisa memenuhi kebutuhan di lapangan, seperti di Kota Surabaya, Jatim.

Berdasarkan pertemuan tersebut, Yuddy mengatakan bahwa kebutuhan guru SD di Kota Surabaya pada 2015 mencapai 500 guru, namun idealnya dibutuhkan 2.500 guru. Untuk dokter dibutuhkan kurang dari 20 orang.

“Kami akan menyelesaikan secara bertahap,” ucap dia. (ant/wh)