Ayunkan Lengan saat Lari, Bisa Hemat Energi

 

Ayunkan Lengan saat Lari, Bisa Hemat Energi

Mengayunkan lengan saat lari ternyata bisa lebih banyak menyimpan energi. Maka, jika ingin lebih tahan lama saat berlari, ayunkan lengan sejak pertama melangkah. Demikian hasil penelitian terbaru yang dilakukan Brown Uniersity.

Selama ini, secara alami orang mengayunkan lengan saat berjalan. Penelitian menyebut, gerakan yang seirama dengan ayunan langkah kaki itu akan menjaga keseimbangan selama berjalan.

“Tidak mengayunkan lengan memang santai, tapi tidak ada metabolisme tubuh. Tidak ada otot yang menahan lengan di siku dan mengayunkan lengan ke depan dan belakang,” kata pemimpin studi, Christopher Arellano dari Brown University.

Para peneliti meminta 13 pelari berjalan normal di treadmill. Sementara itu, peneliti mengukur berapa jumlah oksigen yang dikonsumsi dan karbondioksida yang diembuskan masing-masing.

Selanjutnya, pelari diminta berjalan tanpa mengayunkan lengan dalam tiga cara: menggenggam tangan di belakang punggung, menyilangkan lengan di dada, dan memegang kepala di atas kepala.

Ditemukan, mengayunkan lengan mengurangi energi 3 persen lebih banyak dibanding memegang tangan di belakang punggung. Sebanyak 9 persen energi berkurang dibanding menyilangkan lengan di dada, dan 13 persen dibanding memegang tangan di atas kepala.

Meski mengayunkan lengan juga mengeluarkan energi, namun tidak mengayunkannya justru menambah lebih banyak energi. Aktivitas itu mengurangi gerakan torso, yang menyumbang 40 hingga 50 persen ke berat tubuh. Kedua lengan, hanya 10 persen dari berat tubuh.  Namun, jika ingin membakar lebih banyak kalori saat berlari mengayunkan lengan perlu dihindari. (vva/ram)