Ayo, Tahun Baruan di Car Free Night

Ayo, Tahun Baruan di Car Free Night
Yayuk Eko Agustin didampingi M Fikser menunjukkan denah car free night.

Selamat tinggal suara knalpot brong dan balap liar! Malam tahun baru nanti, warga Surabaya dan sekitarnya bisa menikmati berjalan-jalan bersama keluarga dengan tenang. Jalanan utama akan ditutup supaya warga kota bisa bebas menyaksikan hiburan yang disuguhkan di sana.

Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya, menggelar beragam acara yang dikemas dalam Car Free Night Selasa (31/12/2013) mendatang. Kegiatan dipusatkan di empat lokasi; Jalan Raya Darmo, Jalan Tunjungan, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Gubernur Suryo. Ruas-ruas jalan tersebut ditutup mulai sore pukul 16.00 hingga pukul 02.00 dini hari.

Di sepanjang empat jalan tersebut juga bakal digelar berbagai acara mulai dari tari-tarian tradisional khas Surabaya, festival band, lomba cheerleader, streetball performance, dan parkour.  Tak ketinggalan pameran produk dari 70 Usaha Kecil Menengah (UKM) di bawah naungan Dinas Koperasi dan UKM Kota Surabaya. Berbagai komunitas boleh unjuk kemampuan di ajang tersebut.

“Semua acara ini diperuntukkan bagi warga Kota Surabaya. Kita ingin memberikan hiburan kepada warga kota supaya memanfaatkan pergantian tahun dengan situasi menarik,” ujar Asisten I Sekkota Surabaya (bidang pemerintahan), Yayuk Eko Agustin kepada wartawan dalam jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Senin (30/12/2013).

Yayuk menjelaskan, dari empat ruas jalan yang akan menjadi pusat kegiatan Car Free Night, sudah diklasifikasikan bentuk acaranya. Dia mencontohkan untuk Jalan Darmo, akan dipusatkan untuk aksi budaya, lalu Jalan Tunjungan diperuntukkan bagi aktivitas anak muda (youth) seperti festival band dan yel-yel eco school. “Nantinya ada beberapa panggung. Seperti di Jalan Darmo ada tiga panggung, salah satunya di Taman Bungkul. Tentunya juga kita siapkan lampu dan mobil toilet,” sambung Yayuk.

Untuk menunjang kelancaran dan keamanan acara ini, Pemkot Surabaya menerjunkan 1.520 personel dari berbagai instansi pelat merah. Di antaranya Satpol PP sebanyak 300 personel, Linmas sebanyak 200 personel, Dinas Perhubungan (Dishub)  200 personel, lalu Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas  Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan personel Pemadam Kebakaran (PMK), Dinas Pariwisata (Disparta), Dinkop UKM, Bapemas KB dan Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Yayuk yang didampingi Kepala Disparta, Wiwiek Widayati dan Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser, menuturkan warga perlu mengantisipasi sterilisasi jalan yang berlangsung sejak sore tersebut. Fikser menambahkan, warga atau siswa sekolah boleh berpartisipasi menampilkan atraksi di panggung-panggung yang tersedia di beberapa titik. “Silakan menghubungi Polrestabes yang mengkordinir acara,” imbuhnya.

Sementara Kepala Disparta, Wiwiek Widayati menambahkan, untuk perayaan pergantian tahun kali ini, nyaris tidak ada artis ibu kota yang tampil di Surabaya. Beberapa rumah rekreasi dan hiburan (RHU) di Kota Surabaya lebih banyak menggelar acara gala dinner ketimbang panggung musik. Khusus tahun ini, sesuai peraturan yang baru, Disparta tidak memberikan ijin showbiz dan hanya ijin keramaian dari Polrestabes.

“Tapi kami masih melakukan pengawasan jam operasional RHU. Yakni mulai dari jam 20.00 WIB hingga jam 03.00 WIB dini hari,” jelas Wiwiek Widayati.(wh)