Awal Ramadan, Masyarakat Harus Cermat Pilih Makanan

Awal Ramadan, Masyarakat Harus Cermat Pilih Makanan
Ridzotullahmad Nurchakim, Kota Surabaya Drg. Febria Rachmanita, dan Kresnayana Yahya mengisi acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (12/6/2015). arya wiraraja/enciety.co

Indonesia sekarang memasuki masa pancaroba, dimana cuaca sering tidak menentu. Masa ini biasanya timbul berbagai penyakit. Mulai dari diare, flu, ISPA (Infeksi saluran pernafasan akut) hingga demam berdarah. Penyakit-penyakit tersebut tak jarang mengganggu aktivitas kita. Untuk mencegahnya kita perlu menjaga pola makan dan pola istirahat agar tidak jatuh sakit.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan kita perlu mewaspadai minggu awal di bulan Ramadan. Ini karena kondisi tubuh yang belum terbiasa dengan ibadah berpuasa sangat rentan terserang berbagai macam penyakit.

“Kita harus bijak dalam memilih menu sahur. Pilih menu yang membuat tubuh tahan beraktivitas selama tiga belas jam,” ungkapnya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (12/6/2015).

Dia lalu mengatajan, bagi mereka yang beraktivitas padat, harus diimbangi oleh pola istirahat yang cukup. “Agar tubuh tidak terserang penyakit dengan bijak kita harus mengurangi aktivitas kita saat di bulan Ramadan,” imbuhnya.

Sahur sangatlah penting bagi mereka yang beribadah puasa. Dengan sahur kita telah menyiapkan tubuh kita lebih baik dalam beraktivitas di bulan Ramadan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Drg Febria Rachmanita mengimbau agar saat sahur agar tidak terlalu banyak mengonsumsi makan manis.

“Makanan yang manis dapat menyebabkan tubuh kita lemas saat beraktivitas di siang hari,” terangnya.

Agar masyarakat terhindar dari penyakit, imbuh Febria, masyarakat harus memperhatikan kebersihan lingkungan, Selain itu, masayarakat harus memastikan kesehatan menu makanan. Dianjurkan menghindari makanan yang mengandung lemak berlebih.

“Sebaiknya hindari menu makanan yang mengandung santan dan gorengan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ridzotullahmad Nurchakim, ahli gizi Dinas Kesehatan Kota Surabaya, mengatakan untuk menghadapi musim pancaroba dan bulan Ramadan masayarakat dihimbau agar memilih menu makanan yang beragam.

Menuruut dia, berpuasa untuk menjadi sehat bukan menjadi sakit. Di negara-negara Eropa, puasa dikenal dengan fasting therapy. Mereka melakukan terapi tersebut untuk mencegah penyakit yang bersifat generatif.

Ada beberapa tips dalam memilih menu makanan. pemilihan menu harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. “Dalam memilih menu hendaknya yang beragam, bergizi, seimbang dan aman disingkat B2SA,” tegasnya. (wh)