Awal Pekan Disambut Melemahnya Bursa Asia

bursa saham china

Bursa saham Asia pada perdagangan Senin pagi (21/3/2016) melemah. Ini sebagi respin  harga minyak melemah sehingga investor khawatir tentang lambannya ekonomi global. Harga minyak Jumat melemah lebih dari 1 persen untuk hari kedua setelah hitungan rig luar AS naik untuk pertama kalinya sejak Desember. Ini memicu kekhawatiran kelebihan pasokan setelah pembatasan produksi negara produsen tidak tercapai.

Fluktuasi di pasar minyak juga diperburuk dengan pelemahan komoditas sehingga menekan pertumbuhan Tiongkok. Hal ini mengguncang pasar keuangan dalam beberapa bulan terakhir. Kekhawatiran prospek pertumbuhan global juga akibat Federal Reserve pekan lalu belum berencana menaikkan suku buga di masa depan.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2 persen pada awal perdagangan setelah memasuki wilayah positif untuk pertama kalinya tahun ini pada perdagangan Jumat. Hal ini naik 16 persen dari posisi terendah bulan Januari.

Sementara bursa Jepang tutup untuk liburan, bursa Selandia Baru NZ50 naik sedikit dan bursa Australia melemah 0,1 persen.

West Texas Intermediate (WTI) minyak mentah AS turun lebih dari 1 persen menjadi US$ 38,98 per barel setelah sempat memuncak di atas USD 41 per barel, tertinggi sejak Desember lalu.

Minyak mentah Brent bulan depan lebih rendah ke USD 40,94 per barel setelah mencapai puncak tahun ini dari USD 42,54 per barel. (bst)