Australia Kirim 2.000 Indukan Sapi ke Indonesia

Australia Kirim 2.000 Indukan Sapi ke Indonesia
foto: abc.net.au

Australia sepakat mendatangkan 2.000 ekor sapi indukan serta 100 sapi pejantan ke Indonesia. Hal ini berdasarkan kesepakatan yang dilakukan pihak Australia bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, berdasarkan hasil kunjungan kerja ke Australia pada 19-21 Agustus lalu, pihaknya dan Australia menyepakati enam hal dalam ketahanan pangan di bidang daging dan ternak sapi. “Ada beberapa kesepakatan yaitu pilot project kelapa sawit dan peternakan sapi. Program itu didukung partnership dengan mendatangkan 2.000 ekor sapi indukan dan 100 sapi pejantan,” jelas Franky di kantornya, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Selanjutnya, Franky menambahkan, kesepakatan lainnya yaitu melanjutkan kegiatan pelatihan peningkatan keterampilan, peningkatan pengetahuan, pengembangan SOP, pembuatan riset tentang peternakan sapi, pembangunan strategic framework jangka panjang.

Selanjutnya, Franky juga menyatakan, Australia berminat melakukan investasi di Indonesia dengan total nilai sebesar USD652-757 juta. Angka tersebut berdasarkan sektor bisnis yang diminati pihak Australia yang mencakup industri cat dan perekat, indistri kapal, pelabuhan untuk logistik pertanian, industri garam, industri elektronim, industri methanol, pembangkit listrik energi terbarukan, serta induatri besi baja untuk inftastruktur.

“Ada minat investasi USD652 juta-USD757 juta. Dari besarnya minat ini tentu kita melakukan sesuatu, pertama kita mengundang untuk mereka hadir ke Indonesia, 250 pengusaha akan ke indonesia itu pada tanggal 16 September. BKPM bersama kedutaan di Australia akan ada lanjutkan di awal November,” jelas Franky.

Nantinya, dia juga menyatakan akan ada forum bisnis lanjutan yang akan dilakukan untuk membicarakan investasi pihak Australia. Sebab, cukup banyak investor dari negeri kangguru tersebut yang berminat di bidang energi.

“Australia merupakan salah satu negara yang berpotensi beri kontribusi besar bagi investasi dalam negeri ini,” tandas dia. (oke)