Aturan Minerba Diumumkan di Cikeas

Aturan Minerba Diumumkan di Cikeas

Pemerintah akan mengumumkan hasil relaksasi aturan larangan ekspor minerba, Sabtu 11 Januari 2014. Sehari kemudian, Minggu 12 Januari 2014. aturan tersebut mulai diberlakukan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan, rapat finalisasi terakhir akan dilakukan di kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Cikeas, Jawa Barat.

“Ya, pasti besok harus final, karena akan dimulai tanggal 12 Januari,” ujarnya.

Dia menjelaskan, hasil dari pertemuan terakhir telah dirumuskan bahwa minerba tetap tidak boleh diekspor gelondongan. Namun, ada instrumen tarif bea keluar dikenakan pada ekspor tersebut berdasarkan kadar pemurniannya.

Menurutnya, secara garis besar semakin sedikit pemurnian yang dilakukan tarif bea keluarnya akan semakin mahal.

“Dan tentu ada ketetapannya batas akhirnya kapan pelongaran aturan tersebut. Ini hasil dari alur diskusi kemarin, kira-kira seperti itu,” katanya.

Pelonggaran aturan tersebut, menurutnya, adil bagi dunia usaha. Karena pengusaha yang belum atau akan membuat smelter diberikan waktu untuk melakukan proses pembangunan.

“Saya menempatkan diri sebagai pengusaha sehingga bisa fair,” ujarnya.

Saat ini, masih ada kekhawatiran implementasi aturan itu di lapangan. Apakah Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan sebagai otoritas di lapangan mampu mengidentifikasi jenis dan kadar dari barang mineral tersebut.

“Itu adalah masalah di lapangan yang memang cukup pelik, tapi harus bisa diatasi. sebab dari sekian banyak komoditi, mereka harus bisa mengenalinya,” ucapnya.

Dia mengatakan, hasil dari kesepakatan tersebut rencananya akan diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa dan Menteri ESDM, Jero Wacik sebagai otoritas penanggungjawab. (viv/bh)