Atasi Pengangguran, Giatkan Industri Kecil dan Menengah

Atasi Pengangguran, Giatkan Industri Kecil dan Menengah

Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan kunci mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun.

“Dua persoalan itu lebih efektif dan efisien kalau diatasi lewat IKM,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (3/12/2013).

Menurut dia, hal itu disebabkan lantaran IKM bersifat padat karya sehingga dapat mengurangi pengangguran, sedangkan industri besar tidak bisa menyerap banyak tenaga kerja karena proses produksinya sudah digantikan oleh mesin.

Alax menambahkan, IKM memiliki peranan besar dalam membangun negara, meskipun IKM sering menghadapi kendala keterbatasan modal yang tidak dialami oleh industri-industri besar.

“Untuk bisa mewujudkan Indonesia sebagai negara industri, perlu sinergi antara IKM dengan industri besar sehingga bisa memperkuat struktur industri bangsa,” jelas Alex.

Saat ini, jumlah unit usaha IKM di Indonesia mencapai 3,9 juta unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 9,14 juta orang. IKM-IKM tersebut 75 persen diantaranya berkembang di Pulau Jawa, sedangkan 25 persen lainnya di luar Pulau Jawa.

Alex mengharapkan porsi IKM di luar Pulau Jawa bisa naik jadi 40 persen pada 2014 sehingga upaya mengatasi pengangguran dapat mengalami percepatan. (ant/wh)