Atasi Kemacetan, Dishub Surabaya Rekayasa Lalin

Atasi Kemacetan, Dishub Surabaya Rekayasa Lalin

 

Dinas Perhubungan (Dishub) kota Surabaya tengah memikirkan jalur alternatif untuk mengurangi dampak kemacetan akibat bertambahnya mobil dan motor di jalur utama kota Surabaya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan tingkat kemacetan di kota Surabaya sangat tinggi, khususnya di kawasan-kawasan padat penduduk, kawasan industri dan niaga.

“Dibutuhkan jalur-jalur alternatif, rekayasa lalu lintas, hingga transportasi massal alternatif untuk mengurangi beban kepadatan jalan ini. Belum lagi terus bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat,” katanya, Sabtu (8/3/2014).

Dikatakan, jalur-jalur tertentu dan saat jam-jam tertentu tingkat beban dan kepadatan lalu lintas di jalanan Surabaya memang mencapai titik tertinggi. Adanya jalur alternatif atau transportasi alternatif akan sangat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas.

Selama ini pihak Dishub Surabaya berupaya melakukan rekayasa lalu lintas dengan membuka jalur baru atau membuka traffict light (TL) baru.

“Itu belum sepenuhnya mampu mengurangi beban jalanan. Ke depan akan terus dibuka jalur-jalur alternatif baru ,” ujarnya.

Dishub Surabaya juga telah membuka jalur-jalur alternatif baru, seperti frontage road, middle east ring road (MERR), jalur lingkar luar dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti fly over.

Sedangkan untuk transportasi massal memang tidak mudah, karena standar kebutuhan transportasi massal bagi masyarakat saat ini sudah sangat tinggi. Tidak hanya terjangkau, efisien, dan nyaman saja, tetapi keamanan dan efisiensi waktu atau tepat waktu juga menjadi kriteria utama masyarakat.

“Ini yang akan ditindaklanjuti agar masyarakat mau mempergunakan angkutan massal daripada menggunakan kendaraan pribadi,” ucapnya. (bh)