Atasi Banjir, DPU Surabaya Bangun Pagar Pembatas Saluran

Atasi Banjir, DPU Surabaya Bangun Pagar Pembatas Saluran
Saluran jalan Nias yang diperlebar hingga ke jalan Flores telah dipasangi pagar pembatas.

Proyek pengerjaan saluran air di Jalan Nias untuk mengatasi banjir di kawasan Raya Kertajaya telah mencapai 80 persen. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) kini mengerjakan pembangunan pagar pembatas saluran.

Dengan ketinggian 1,5 meter dan panjang 100 meter, pagar pembatas ini dibuat di saluran baru. Sebelumnya di kawasan ini bila hujan datang minimal satu jam, maka dipastikan akan terjadi genangan besar hingga banjir.

Yanto, pekerja dari Dinas PU Surabaya saat ditemui enciety.co mengatakan, saluran air Jalan Nias yang semula 40 cm diperlebar hingga 1 meter.

“Pengerjaan saluran sudah selesai. Kini tinggal tahap finishing dan pembangunan pagar. Ini sedang kami kerjakan,” kata Yanto, Jumat (20/3/2015).

Selain itu, tidak hanya perlebar saluran jalan Nias, para pekerja juga menyambungkan saluran air di tempat ini menuju saluran air jalan Flores melewati jalan Sulawesi. Di jalan Flores sendiri, para pekerja juga memperlebar saluran air dari 3 meter menjadi 5 meter.

Dengan menggunakan dua alat berat excavator, pekerjaan yang baru berlangsung dua minggu tersebut berlangsung cepat. Para pekerja terlihat bekerjaran dengan waktu karena di bulan Maret ini diperkirakan hujan masih melanda kota Surabaya. Proyek ini sendiri berlangsung sejak Februari lalu.

“Saluran air ini juga dibuat sebagai tempat serapan air dari kawasan Gubeng Kertajaya. Jadi ketika hujan besar datang maka diharapkan tidak ada lagi banjir,” tuturnya.

Dengan pemasangan pagar baru ini diharapkan masyarakat dapat menghindari saluran air. Juga diharapkan agar masyarakat tidak membuang sampah disaluran tersebut untuk mencegah pemampetan aliran air.

“Juga akan terlihat lebih kokoh dan diharapkan masyarakat tidak membuang sampah secara sembarangan,” papar dia. (wh)