Astronom Ungkap Planet Mirip Bumi yang Bisa Dukung Kehidupan

 

Astronom Ungkap Planet Mirip Bumi yang Bisa Dukung Kehidupan

Para astronom telah menemukan sebuah planet jauh yang tampaknya memiliki atmosfer mirip dengan bumi. Hal itu terlihat dari kemungkinan ketersediaan air di permukaannya dan potensi teoritis untuk mendukung kehidupan.

Menurut Bloomberg, ini adalah planet pertama tervalidasi yang ditemukan di zona yang dapat dihuni. Zona ini didefinisikan berdasarkan jarak dari bintang yang memungkinkan bagi keberadaan cairan. Planet ini mengorbit terhadap Kepler-186, sebuah bintang kerdil yang lebih dingin dari matahari dan menyemburkan hidrogen, menurut laporan dalam jurnal Science. Kehidupan biasanya paling mungkin muncul di planet yang mengandung cairan.

“Bintang induk, Kepler-186, adalah jenis bintang katai M1. Ini artonya ia akan mengeluarkan hidrogen selamanya,” kata Justin Crepp, astrofisikawan dari University of Notre Dame yang bekerja pada misi tersebut.

“Ada kesempatan yang luas untuk mengembangkan kehidupan di sekitar bintang tertentu dan karena memiliki periode orbit hanya tepat, air mungkin terdapat dalam fase cair,” imbuhnya.

“Planet tersebut ditemukan menggunakan teleskop ruang angkasa Kepler dan dikonfirmasi dengan cara mengesampingkan kemungkinan lain atas apa yang astronom lihat terkait Gemini Utara dan teleskop Keck II. Baik yang berada di Hawaii Mauna Kea,” kata Steve Howell, ilmuwan proyek Kepler dan penulis penelitian.

“Planet seukuran Bumi ini sangat sulit untuk terdeteksi dan dikonfirmasi. Sekarang setelah kita temukan satu, kita ingin mencari lebih banyak lagi,” kata Elisa Quintana, peneliti dari NASA Ames Research Center.

Lima sistem planet tersebut berjarak sekitar 500 tahun cahaya dari Bumi dan ditemukan di konstelasi Cygnus. Planet dalam zona layak huni adalah sekitar 400 juta mil dari bintang induknya, kira-kira jarak Jupiter dari matahari di tata surya kita. Empat planet lain yang lebih dekat dengan bintang tuan rumah mereka dan sangat panas, menurut para astronom.

Kepler Space Telescope terus menerus mengukur kecerahan lebih dari 150.000 bintang. Daripada mencoba untuk ‘melihat’ planet secara langsung, ia mengungkapkan keberadaan mereka dengan mengukur jumlah cahaya yang diblokir ketika suatu objek lewat di depan salah satu dari matahari yang dipantau.(wh)