Aspringta Surabaya Ajak Anak Muda jadi Pegusaha

Aspringta Surabaya Ajak Anak Muda jadi Pegusaha

Pameran Inovasi Karya Limbah Alam di Atrium ITC. foto: arya wiraraja/enciety.co

Menjaring anak muda menjadi pelaku usaha madiri menjadi salah satu target yang ingin diwujudkan oleh Asosiasi Perajin Bunga Kering dan Buatan (Aspringta) Surabaya.

Hal itu disampaikan Ketua Aspringta Surabaya Siti Retnanik dalam acara Pamer Karya bertajuk Inovasi Karya Limbah Alam yang diadakan di Atrium ITC Mega Grosir Surabaya. Acara tersebut digelar dalam rangka merayakan ulang tahun Aspringta ke-30, mulai tanggal 18-23 Februari 2020.

“Anak-anak Surabaya harus mulai berpikir mandiri. Artinya, mereka harus dapat berpikir menciptakan pekerjaan, bukan bekerja ikut orang,” kata Nanik Heri, begitu dia karib disapa, Minggu (23/2/2020).

Nanik yang juga koordinator mentor creative industry Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya itu, menuturkan anak-anak muda sekarang harus dapat membuka diri dan wawasan. Tidak zamannya anak muda setelah menyelesaikan pendidikannya lantas mencari pekerjaaan.

“Lewat acara pameran ini, kami ingin menunjukkan kepada anak-anak muda kalau mau berfikir kreatif dan berusaha, mereka dapat membuat lapangan kerja baru,” papar Nanik.

Ada 32 pelaku usaha yang ikut pameran ini. Menurut Nanik, rata-rata peserta yang ikut sudah punya usaha puluhan tahun. Produknya telah dikenal dan dipasarkan tidak hanya di Surabaya, tetapi sudah ke luar pulau bahkan ada yang ke luar negeri.

“Jika diteliti lagi, boleh dibilang sebenarnya kami ini jualan limbah. Ada yang produknya dari limbah eceng gondok, limbah kertas koran, kulit jagung. Ada yang produknya dari kertas semen yang saat ini sudah punya pelanggan tetap di Liverpool dan Yunani. Ada yang produknya dari daun kering seperti saya. Jika kita berusaha pasti rezeki bakal datang,” urainya. (wh)