Asosiasi: Biaya Logistik Pelabuhan RI Termahal di Dunia

Asosiasi: Biaya Logistik Pelabuhan RI Termahal  di Dunia
foto: enciety.co

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyebut biaya logistik di pelabuhan Indonesia merupakan yang termahal di dunia. Biang kerok dari permasalahan tersebut karena banyaknya perizinan untuk mengurus bongkar muat kapal (dwelling time) barang ekspor impor.

“Biaya logistik kita sangat tinggi, bahkan yang termahal di dunia,” tegas Ketua Umum Wilayah ALFI, Widijanto di  Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Dia menjelaskan, biaya logistik pelabuhan Indonesia sudah mencapai 27 persen. Sementara di negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia maupun India atau negara lain berada di angka 15 persen dan di bawah itu.

Penyebabnya, Widijanto menilai, karena banyaknya kepentingan instansi untuk mengeluarkan kebijakan masing-masing. Perizinan menjadi biang keladi dari tingginya biaya logistik di pelabuhan sehingga Indonesia sulit bersaing dengan negara tetangga. Sebagai contoh PT Pelindo menetapkan segala macam tarif sehingga biaya barang impor di pelabuhan semakin bengkak.

“Misalnya satu barang impor yang masuk larangan terbatas. Dibutuhkan pengurusan perizinan sampai satu bulan. Padahal kalau bisa langsung keluar, biaya bisa dipangkas, paling penumpukan biaya cuma satu hari. Tapi dengan izin yang banyak itu, biaya membengkak terus,” tegas dia.

Parahnya lagi, sambungnya, pemerintah tidak mematok kurs rupiah bagi para eksportir maupun importir yang kerap menggunakan jasa pelayaran dari perusahaan kapal asing. Perusahaan tersebut memasang nilai tukar rupiah tanpa terkendali atau lebih tinggi dari kurs di pasaran.

“Rupiah enggak diatur pemerintah, kursnya baru Rp 13.000 tapi dipatok Rp 14.000, Rp 15.000 bahkan Rp 17.000 per dolar AS. Ini namanya manipulasi mencari keuntungan pribadi,” ujar Widijanto.  (lp6)