Aset Merpati Airline Akan Dijual untuk Bayar Gaji Karyawan

Aset Merpati Airline Akan Dijual untuk Bayar Gaji Karyawan
foto:dicommunicationcenter.com

Menteri BUMN Dahlan Iskan berencana melepas aset PT Merpati Nusantara Airline dan PT Kertas Leces guna menyelesaikan pembayaran gaji karyawan kedua perusahaan itu.

“Soal gaji Merpati dan Leces, akan dibahas kembali secara mendalam pada Kamis (18/9/2014). Direksi sudah sepakat diselesaikan dengan cara menjual aset yang tidak terkait dengan produksi dan kinerja perusahaan,” kata Dahlan.

Permintaan mempercepat penyelesaian tunggakan gaji karyawan kedua perusahaan tersebut disampaikan Ketua Komisi VI Airlangga Hartarto menyusul semakin besarnya tekanan aksi demo karyawan.

Dahlan menjelaskan langkah pelepasan aset untuk membayar gaji karyawan pernah dilakukan pada PT Dirgantara Indonesia dan berhasil diselesaikan.

“Minggu lalu, kami sudah menemukan jalan keluar karena tidak boleh menggunakan uang ini itu harus mencari uang yang sah secara hukum. Sudah sepakat dengan direksi bahwa aset berupa perumahan yang tidak digunakan akan dijual,” ujarnya.

Dana yang dibutuhkan Merpati untuk pembayaran pesangon dan lainnya sekitar Rp 1 triliun, sedangkan Leces butuh sekitar Rp 18 miliar. Khusus untuk Kertas Leces, Dahlan optimistis bisa menemukan jalan keluar dengan mencari perusahaan pelat merah yang mau bekerja sama memanfaatkan aset berupa tanah.

“Lagi mencari BUMN yang mau bekerja sama dengan Leces untuk membangun sesuatu di tanahnya Leces. Terus nanti Leces dapat uang dari BUMN tersebut untuk membayar pesangon karyawan. Tapi, ini butuh prosedur,” kata Dahlan.

Namun yang menjadi masalah, ujarnya, adalah pada Merpati karena membutuhkan jumlah dana yang tidak sedikit.

Dalam restrukturisasi Merpati yang tengah dijalankan saat ini adalah melepas anak usaha PT Merpati Maintenance Facility (MMF) yang dibeli PT Perusahaan Pengelola Aset/PPA (Persero).”Tapi dana yang diperoleh dari pelepasan itu maksimal Rp500 miliar, sementara mendesak butuh dana hingga Rp1 triliun,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Dahlan, pihaknya meminta dukungan DPR bagaimana Merpati bisa mendapatkan dana. “Opsi Penyertaan Modal Negara (PMN) sudah tertutup. Sementara untuk mencari dana memiliki keterbatasan. Tapi yakin ada jalan keluar,” katanya. (bns/ram)