Aset Investor Pasar Modal Turun 5,39 Persen

Aset Investor Pasar Modal Turun 5,39 PersenBerdasarkan catatan 24 Desember 2013 lalu, total aset para investor di pasar modal Indonesia tahun ini mengalami penurunan. Jumlahnya hanya berkisar Rp2.588,22 triliun. Angka tersebut turun sekitar 5,39 persen dibandingkan 26 Desember tahun lalu, yang sekira Rp2.735,97 triliun.

Dirut PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Heri Sunaryadi menyampaikannya melalui keterangan tertulis, Senin (30/12/2013).

Heri mengungkapkan, komposisi kepemilikan saham didominasi pihak asing yakni sebesar Rp1.458,25 triliun atau 63 persen. Angka tersebut lebih besar dibandingkan investor lokal yang hanya sekitar Rp848,21 triliun atau 37 persen.

“Bila dilihat dari sisi aset, menurun 5,39 persen. Namun dari sisi jumlah investor, meningkat. Dari catatan kita, jumlah rekening investor naik 12,81 persen pada tahun ini. Yakni dari 281.438 pada 26 Desember 2012, menjadi 320.606 per 24 Desember 2013,” sebutnya.

Ia pun menuturkan, kenaikan jumlah investor ini didorong oleh kesiapan KSEI terhadap sistem penanganan transaksi. Pada tahun ini, KSEI telah memberikan fasilitas tambahan berupa penyelesaian transaksi efek dalam bentuk mata uang dolar Singapura. Begitu juga dengan Surat Utang Negara (SUN) maupun SUN Valas.

“Jumlah investor ini meningkat karena beberapa fasilitas yang kita sediakan. Kita sudah melengkapi penyelesaian transaksi mata uang asing yang sebelumnya sudah tersedia dalam mata uang dolar AS. Sekarang dengan dolar Singapura,” ujarnya. Pihaknya menyediakan jasa penyimpanan dan penyelesaian transaksi Surat Utang Negara dalam Valuta Asing (SUN Valas) yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia pada 25 November 2013.

Sementara itu, khusus jasa penyelesaian transaksi Efek dengan Instruksi Pemindahbukuan Efek Tanpa Pembayaran (Free of Payment/FOP), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan atas peraturan KSEI pada Desember 2013. Selain itu, demi peningkatan layanan jasa Kustodian Sentral, selama tahun 2013, KSEI juga melakukan beberapa penyesuaian peraturan. Yakni terkait SID, Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas), RDN, Instruksi Penyelesaian Transaksi Efek, Pemeriksaan dan Sanksi yang saat ini sedang menunggu persetujuan dari OJK. (okezone/wh)