AS Denda Produsen Airbag Takata Rp 180 Juta per Hari

takata

Badan Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Amerika Serikat (NHTSA) memberikan hukuman berupa denda terhadap produsen airbag Takata. Perusahaan tersebut dianggap tidak bisa diajak kerja sama terkait permasalahan pada airbag yang memaksa recall 17 juta mobil di AS. Takata didenda USD14 ribu atau sekira Rp180 juta per hari.
Permasalahan pada airbag Takata sejauh ini sudah menyebabkan enam orang tewas. Lima di antaranya berada di AS. Airbag mengembang secara berlebihan disertai dengan terlontarnya benda logam yang bisa melukai bahkan membunuh pengemudi dan penumpang.
Menteri Perhubungan AS Anthony Foxx mengatakan, Takata tidak memenuhi dua permintaan regulator AS pada tahun lalu yakni terkait dokumentasi dan material airbag sebagai bahan penyelidikan. NHTSA menyatakan sudah membuat dokumen setebal 2,4 juta halaman lebih, namun tidak menyertakan arahan atau penjelasan mengenai isi dari dokumen tersebut. “Sebagaimana Anda sudah ketahui, NHTSA sudah berulang kali mengikutsertakan dan meminta penejelasan Takata mengenai isi dari dokumen yang sudah dibuat sejauh ini,” demikian isi surat NHTSA seperti dikutip dari Reuters.
NHTSA menyebut 90 persen mobil yang masuk dalam daftar recall belum menjalani perbaikan hingga 31 Desember 2014. NHTSA juga meminta para pemilik mobil produksi Motor, Honda, Mazda, BMW, Nissan, Mitsubishi, Subaru, Fiat Chrysler, Ford, dan General Motors untuk mengganti komponen airbag sesegera mungkin.
Sementara itu, Takata menepis disebut tidak kooperatif. Pihaknya sudah melakukan pertemuan secara rutin dengan para ahli NHTSA untuk mengidentifikasi permasalahan pada inflator airbag. (oke)