AS Ancam Stop Impor Ikan dari Indonesia

anak jermal-2
Amerika Serikat (AS) mengancam akan menghentikan impor ikan dan hasil laut dari Indonesia. Ancaman ini diberikan sebagai bentuk keprihatinan atas adanya praktek kerja paksa nelayan yang terjadi di negeri ini. Salah satu yang disoroti adalah di Aru Maluku. “Kami mengecam dengan keras praktik kerja paksa dalam bentuk apapun termasuk di sektor perikanan dan aturan di Amerika Serikat melarang impor barang hasil perbudakan,” kata Deputi Menteri Luar Negeri AS urusan Lingkungan Hidup, Catherine A Novelli, di Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Perbudakan nelayan di Indonesia menjadi perbicangan publik setelah Kantor Berita Associated Press menyiarkan hasil investigasi selama satu tahun mengenai nasib ribuan pekerja yang dipaksa mencari ikan oleh PT Pusaka Benjina Resources, perusahaan penanaman modal Thailand di negeri ini. Nah, ini yang memantik reaksui keras dari AS.

Para korban dari Myanmar, Kamboja, dan Thailand, itu dipaksa bekerja dalam kondisi menyedihkan oleh seorang kapten kapal asal Thailand. Organisasi Internasional untuk Migrasi menduga bahwa jumlah pekerja paksa bisa mencapai lebih dari 4.000 orang.

Mereka dipaksa bekerja selama 20-22 jam sehari tanpa hari libur dan mereka minum dari air kotor. Jangankan upah yang dijanjikan, sekedar makan yang pantas saja tidak diberikan. “Banyak pemberitaan di AS soal perbudakan nelayan dan ini merefleksikan kepedulian publik di negara kami pada persoalan tersebut,” kata dia.
Menurut keterangan Novelli, AS sebagai importir ikan terbesar kedua di dunia, sampai saat ini belum mempunyai kerja sama dengan Indonesia untuk melacak produk-produk laut ilegal. Dia juga mengakui pemerintahnya belum bisa melacak asal ikan dari hasil perbudakan sehingga ada kemungkinan produk tersebut sampai ke konsumen Amerika Serikat.

Dari hasil investigasi Associated Press, ikan dari PT Pusaka Benjina Resources memang tidak mungkin dilacak karena secara ilegal dikirim ke Thailand. Di negeri Gajah Putih itu, ikan-ikan tersebut kemudian bercampur dengan produk legal untuk diolah pengusaha setempat sebelum diekspor. Thailand sendiri negara eksportir ikan ketiga terbesar di dunia dan mempunyai pangsa pasar besar di AS. (ap)