Arus Petikemas Surabaya Tembus 3,1 Juta

Arus Petikemas Surabaya Tembus 3,1 Juta

Peningkatan perdagangan dari dan menuju Jawa Timur sepanjang tahun 2013 bisa dilihat dari jumlah komoditi yang masuk. Seperti data yang ditunjukkan PT Pelabuhan Indonesia III berdasarkan throughput petikemas Surabaya sepanjang 2013.

Pelindo III mengumumkan kenaikan petikemas periode Januari-Desember 2013 tercapai 3.188.036 TEU’s atau setara dengan 2.510.589 boks. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 11,89 persen dibanding thaun lalu yang tercapai 2.849.138 TEU’s.

Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III Edi Priyanto, mengungkapkan rincian petikemas Surabaya ini menunjukkan geliat perdagangan di Jatim. “Sampai saat ini Tanjung Perak masih menjadi pintu utama perdagangan ke kawasan Indonesia Timur dan internasional,” kata Edi Priyanto, Rabu (8/1/2014).

Berdasarkan data Pelindo III, throughput petikemas Surabaya kini mendominasi dengan capaian 1.730.683 TEU’s atau setara dengan 1.616.490 boks. Sementara untuk petikemas internasional tercapai 1.269.266 TEU’s atau setara dengan 894.099 boks.

Petikemas internasional didominasi PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dengan total volume 1.365.617 TEU’s atau setara dengan 998.503 boks. Sementara untuk petikemas domestik didominasi PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) dengan catatan 1.157.274 TEU’s atau 888.940 boks.

Sementara arus petikemas di Terminal Konvensional Pelabuhan Tanjung Perak meliputi Jamrud, Nilam dan Mirah terealisir sebanyak 665.145 TEU’s atau 623.146 boks. Diantara total arus petikemas itu, petikemas domestik mendominasi dengan total 661.885 TEU’s, sedangkan petikemas internasional hanya mencapai 3.260 TEU’s.

Menurunnya petikemas internasional tidak lepas dari lesunya perdangan global. “Salah satu faktor utamanya melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Jadi banyak importir yang mengurangi volume perdagangan akibat depresiasi nilai tukar rupiah,” urainya.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur masih lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional yang hanya 6,23 persen. Tahun ini pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercapai 7 persen, meski tahun sebelumnya tercapai 7,2 persen.

Selain itu, dominasi petikemas domestik ini tidak lepas dari banyaknya perubahan pengiriman dalam bentuk kargo ke petikemas. (wh)