Arus Petikemas Kuartal Pertama Turun

Arus Petikemas Kuartal Pertama Turun

Arus barang melalui pelabuhan di wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III mengalami penurunan tipis sepanjang kuartal pertama tahun ini. Terhitung Januari hingga Maret 2015, arus petikemas di seluruh pelabuhan tercatat 1.038.695 TEU’s. Angka tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan dengan realisasi tahun lalu pada periode yang sama, yakni 1.079.575 TEU’s.

Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Edi Priyanto mengakui arus barang tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Ini disebabkan siklus yang terjadi setiap awal tahun yang kerap terjadi fluktuatif arus barang.

“Ada beberapa indikator yang menyebabkan terjadinya penurunan pada kuartal pertama tahun ini. Pertama adanya musim barat, yakni cuaca yang kurang bersahabat dan terjadi setiap November hingga Februari, sehingga menimbulkan omit (pembatalan pelayaran),” terangnya, Selasa (21/4/2015).

Faktor lain juga disebabkan adana liburan panjang yang terjadi China dan Taiwan pada perayaan tahun baru Imlek Februari silam. Sementara dua negara ini salah satu kantung perdagangan baik Jawa Timur maupun Indonesia.

Sebetulnya masalah cuaca dan siklus tahunan seperti tahun baru Imlek juga terjadi di awal tahun. Namun Edi menegaskan tahun ini ada sedikit perbedaan.

“Ada beberapa peralatan bongkar muat kita yang baru datang dan belum terpasang. Ini juga berpengaruh, meski tidak terlalu besar,” jelasnya.

Tahun ini Pelindo III menargetkan arus petikemas tercapai 5,1 juta TEU’s. Target ini mengalami kenaikan sekitar 18 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang tercapai 4,3 juta TEU’s.

Ada beberapa indikator yang bisa mendorong terjadinya kenaikan arus petikemas. Edi menyebut beroperasinya Terminal Multipurpose Teluk Lamong bisa menjadi indikator kenaikan arus petikemas. Demikian juga dengan geliat barang di sejumlah daerah bisa mendorong kenaikan arus petikemas.

Dia menegaskan penurunan arus barang ini hanya terjadi pada kuartal pertama. Memasuki bulan puasa dan lebaran nanti diperkirakan akan mengalami kenaikan. Berdasarkan kalender, Lebaran masuk pada bulan Juli dan diperkirakan arus barang terlihat naik pada bulan Mei.

“Setelah Lebaran nanti akan mengalami penurunan tipis, tetapi kembali naik pada bulan September dan Oktober untuk persiapan permintaan barang di akhir tahun, seperti Natal dan tahun baru,” tutupnya. (wh)