Arus Mudik Tanjung Perak Mulai Ramai

Arus Mudik Tanjung Perak Mulai Ramai

Mendekati Lebaran, arus mudik di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menunjukan peningkatan pengunjung. Tercatat, sebanyak 4.100 pemudik yang turun dari tujuh kapal dari berbagai tujuan.

Data ini terlihat dari catatan Pelindo III, mulai H-15 arus mudik yang turun ke Pelabuhan Tanjung Perak sekitar 3.400 orang, kemudian H-11, H-12, H-13, H-14 ada sekitar 2000-an penumpang yang mudik. Mereka menggunakan tujuh kapal yakni Kapal Mahkota Nusantara, Niki Sae, Kalimutu, Labobar, Leusen, Dharma Kartika IX, dan Sinabung. Mereka datang dari pelabuhan-pelabuhan dibawah Pelindo III.

“Yang banyak penumpangnya dari kapal khusus Pelni, karena Pelni khusus untuk mengangkut penumpang,” kata Kepala Humas PT Pelindo III, Edi Priyanto, Selasa (7/6/2015).

Edi mengatakan, untuk arus mudik nanti malam diperkirakan tidak terlalu banyak, karena kapal yang dating juga sedikit. Namun dari prediksi yang dilakukan, kemungkinan arus puncak ke Pelabuhan Tanjung Perak pada H-4 atau H-1. Kondisi ini mengacu kepada data-data tahun lalu yang dimiliki Pelindo.

Pada 2010, arus mudik puncak terjadi pada H-4 dengan total pemudik sebesar 15.393, tahun 2011 arus puncak H-1 sebanyak 12.900 penumpang, tahun 2012 arus puncak H-1 sebanyak 11.696, tahun 2013 H-4 dengan jumlah pemudik sekitar 11.804, dan tahun 2014 ada 9.092 pemudik saat H-1.

“Kami memprediksi arus puncak akan terjadi H-4 atau H-1. Tetapi sekarang sudah ada tanda-tanda kenaikan,” ujarnya.

Saat ini, arus mudik yang dating dari luar jawa cukup banyak, mereka berasal dari Sampit, Kumai, dan Makassar, mereka akan dating pada saat arus puncak sekitar 9 ribuan. Bagi para pemudik ini, Pelindo telah menyiapkan mudik gratis yang akan naik bus.

Namun, mereka harus mendaftar terlebih dulu supaya mendapatkan kuota. “Saat ini yang daftar nak bus gratis sektar 33 orang, kemungkinan mereka mendaftar setelah turun dari kapal. Kami akan memandu mereka jika berkenan naik bus gratis,” ungkap Edi.

Sementara, Kepala Humas PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Dhany Rachmad Agustian, mengungkapkan Pelabuhan Tanjung Perak telah menyiapkan dua gedung terminal penumpang yang beroperasi secara bersamaan guna mendukung kenyamanan para calon penumpang kapal laut. Ada sekitar 38 unit kapal penumpang terhitung mulai H-15 hingga H+15.

Sebanyak 15 unit kapal disiapkan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), sedangkan 23 unit kapal lainnya disiapkan oleh operator kapal swasta termasuk 4 unit kapal perintis.

“Tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu dalam hal  pelayanan terhadap penumpang kapal laut. Kami menyiapkan dua gedung terminal penumpang yaitu terminal penumpang sementara dan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN).

Terminal penumpang sementara terletak disebelah barat terminal GSN mampu menampung sedikitnya 2.500 orang untuk menginap jika terjadi keterlambatan kedatangan kapal. Dulu para calon penumpang kapal laut kami sediakan tenda dan tidur dibawah tenda besar, kini kami masukkan mereka ke terminal penumpang sementara sisi barat,” katanya.

Untuk memberikan kenyamanan kepada calon penumpang kapal laut yang terpaksa harus menginap, terminal penumpang sementara tersebut sudah dibersihkan dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai seperti toilet, ruang kesehatan, ruang menyusui, ruang lansia dan yang berkebutuhan khusus, kantin, musholla, ruang merokok, serta kantin.

Sedangkan Terminal penumpang GSN tetap melayani debarkasi penumpang, dua jam sebelum keberangkatan akan di buka khusus untuk para calon penumpang kapal laut. Dua unit garbarata juga telah disiapkan dan siap beroperasi 100% namun tetap melihat kondisi posisi sandar kapal dan pintu yang tersedia di kapal. (wh)