Arus Barang ke Pelindo III Naik 112 Persen

 

Arus Barang ke Pelindo III Naik 112 Persen

Kinerja PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sepanjang triwulan I tahun 2014 secara umum mengalami peningkatan. Berdasar realisasi kunjungan kapal di wilayah kerja PT Pelindo III  periode triwulan I tahun 2014 tercatat 17.627 unit atau 110 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013, dimana tercatat sebanyak 16.026 unit.

Sedangkan dalam satuan berat Gross Tonage kapal, tercatat 72.474.357 GT atau 117 persen dibandingkan tahun 2013 pada periode yang sama yaitu 62.010.219 GT.

“Realisasi arus barang dalam satuan ton juga menunjukkan peningkatan, apabila selama triwulan I/2014  tercatat 16.611.301 ton atau naik 112 persen dibandingkan triwulan I tahun 2013 yakni 14.793.057 ton,” ujar Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto.

Demikian halnya dengan arus petikemas juga menunjukkan peningkatan, tercatat realisasi triwulan I tahun 2014 sebanyak 1.079.675 Teu’s atau 111 persen dibandingkan dengan dengan tahun 2013 pada periode yang sama dimana tercatat 971.505 Teu’s.

Realisasi arus petikemas triwulan I tahun 2014 mencapai 883.614 boks atau 102 persen dari anggaran sebesar 869.843 boks dan dalam satuan TEU’s tercapai sebesar 1.079.675 TEU’s atau 102 persen dari anggaran sebesar 1.054.274 TEU’s.

“Realisasi arus petikemas tersebut disumbang oleh dua tempat terminal, yaitu terminal konvensional dan terminal petikemas”, terang Edy.

Edi kembali merinci, realisasi arus petikemas triwulan I tahun 2014 pada terminal konvensional tercatat sebanyak 439.927 boks atau 101 persen dari anggaran sebesar 433.662 boks dan 474.949 TEU’s atau 102 persen dari anggaran 464.022 TEU’s.

Ketercapaian ini terjadi karena adanya kenaikan arus petikemas antara lain pada Pelabuhan Tenau Kupang, hal ini disebabkan beralihnya kegiatan muatan barang menggunakan petikemas baik di Pelabuhan Tenau Kupang maupun di kawasan Waingapu dan Kalabahi.

Kenaikan petikemas di Terminal Berlian (PT BJTI), disebabkan oleh naiknya arus kunjungan kapal petikemas dikarenakan terminal Berlian sudah diperuntukkan menjadi dedicated terminal petikemas domestik. Pada Pelabuhan Cabang Lembar juga meningkat, ini disebabkan meningkatnya konsumsi barang sehari-hari (mie, sabun, keramik, dll) serta adanya semen, tepung, dan pupuk yang diangkut menggunakan petikemas dari Surabaya dan Makasar. Sedangkan peningkatan petikemas pada Pelabuhan Cabang Sampit, hal ini di karenakan meningkatnya arus petikemas dengan muatan komoditi general cargo dan bahan pokok.

Sedangkan realisasi arus petikemas triwulan I tahun 2014 pada terminal petikemas terealisasi 443.687 boks atau 102 persen dari anggaran sebesar 436.181 boks dan 604.726 TEU’s atau 102 persen dari anggaran 590.252 TEU’s, peningkatan ini terjadi pada Terminal Petikemas Semarang (TPKS) karena meningkatnya arus petikemas domestik saat awal tahun 2014 dengan rata-rata pertumbuhan arus dalam TEU’s yaitu 19 persen per bulan, termasuk dalam komoditi petikemas domestik di antaranya adalah kerajinan tangan (handicraft), bahan pangan, dan pupuk dengan tujuan Banjarmasin dan sektor barang konsumsi serta makanan ringan lainnya.

“Respons positif dari para pelaku industri di Jawa Tengah terhadap pembukaan jalur domestik di TPKS, utamanya untuk tujuan Banjarmasin, Jakarta, dan Kumai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan arus petikemas di Semarang dan Kenaikan realisasi arus petikemas impor kosong yang mencapai 250 persen dari realisasi triwulan I tahun 2013”, ungkap Edi. (wh)