Arsenal Terancam Sanksi Atas Ulah Fans Galatasaray

Arsenal Terancam Sanksi Atas Ulah Fans Galatasaray
Buntut insiden pengerusakan sanksi dari Konfederasi sepakbola Eropa (UEFA) menanti Arsenal dan Galatasaray.

Laga lanjutan Liga Champions antara Arsenal vs Galatasaray Turki, Kamis (2/10/2014) dinihari WIB menyisakan masalah. Laga yang dimenangkan Arsenal dengan skor 4-1 ini kini dalam sorotan UEFA.  Bahkan, Arsenal terancam sanksi . Ini menyusul rusaknya sekitar 100 tempat duduk di stadion berkapasitas 60.000 penonton tersebut. Rusaknya kursi tersebut diyakini disebabkan ulah para pendukung Cimbon yang tak mau menerima kekalahan yang dialami Wesley Sneijder dkk.

Selain harus memperbaiki ratusan kursi, Arsenal pun terancam mendapatkan sanksi yang cukup keras dari UEFA menyusul adanya pelemparan kembang api dari tribun penonton. Pun demikian halnya dengan Galatasaray yang kabarnya bakal diganjar skorsing penutupan sebagian dari stadionnya di laga berikutnya.

Sejauh ini, Arsenal telah didakwa UEFA karena dinilai kurang mampu melakukan organisasi keamanan stadion secara memadai. Arsenal diyakini bakal naik banding dengan alasan telah menambah jumlah petugas keamanan guna menghentikan aksi fans Galatasaray. Sebanyak 7 orang telah dimintai keterangan terkait aksi pelemparan yang terjadi selama berlangsungnya laga tersebut.

Kepolisian London sebelumnya telah menangkap enam orang terkait insiden kembang api yang dilemparkan ke lapangan. Insiden itu terjadi tak lama setelah Felipe Melo lolos dari ancaman kartu merah setelah melakukan tekel dua kali kepada striker Alexis Sanchez.

Kiper Fernando Muslera pun dibuat repot dengan membuang kembang api yang masuk ke lapangan. Sementara Wesley Sneijder berjalan ke fans Galatasaray untuk menyerukan tenang.

“Kami menyadari sejumlah kembang api yang dinyalakan dan dilemparkan ke lapangan di Stadion Emirates,” kata seorang juru bicara polisi.

“Ada juga beberapa kembang api dilemparkan dekat lengan Tollington di Hornsey Road. Polisi akan meninjau rekaman CCTV dari dalam stadion dan jalan-jalan sekitarnya.” (bst/ram)