Arief Segosoge Bagi Tips Bisnis di Bulan Bakti Karang Taruna

Arief Segosoge Bagi Tips Bisnis di Bulan Bakti Karang Taruna

Sufiyanto Arief (kanan) di acara Karang Taruna.foto:arya wiraraja/enciety.co

Sufiyanto Arief, owner SegoSoge yang juga anggota Pejuang Muda Surabaya, berbagi tips bisnis dalam acara Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) 2019 di Balai Kota Surabaya, Sabtu (26/10/2019).

Dalam acara itu, Arief menceritakan pengalamannya menjadi pelaku bisnis dengan modal pas-pasan. “Saya keluar dari tempat kerja di Gresik, tahun 2013. Saya ingin memperbaiki hidup,” ujar Arief, lalu tersenyum.

Arief menuturkan, usaha pertama yang dijalani adalah menjual sosis bakar. Yang di sasar sekolah dan kampus. Hasil penjualan landau-landai saja. Bahkan returnya sering. Jika gak laku, Arief mebago-bagikan ke tetangga dan kaum dhuafa.

Beberapa tahun, Arief mulai berpikir memberi nilai lebih pada bisnisnya. Tidak melulu sosis. Tapi membuat makanan dengan aneka lauk yang lezat plus mengenyangkan. Semacam rice bowl. Idenya terispirasi setelah di mengunjungi resto yang ng-hits. Dia kemudian menemukan nama Segosoge dengan tagline Sing Tuku Tak Dungakno Cepet Sogeh.

“Di resto kan mahal, saya coba buat yang harganya lebih terjangkau,” tutur pria bertiubuh subur itu.

Arief lalu memanfaatkan bahan-bahan yang ada. Produksinya mulai dijual di event bazar dab pameran di kampus dan sekolah. Hasilnya cukup bagis. Ratusan cup terjual. Arief makin pede saat dirinya meraup omzet Rp 22 juta saat jualan di Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan.

Seiring berjalannya waktu, Arief membuka outlet di Jalan Kedung Cowek 246, Surabaya.  “Ya Alhamdulillah, intinya memulai usaha itu bisa dari mana saja. Salah satunya dari hobi. Coba panjenengan lihat dari ukuran perut saya sudah kelihatan jika saya ini suka makan,” tutur dia, lalu tersenyum.

Ketua Karang Taruna Surabaya Fuad Bernardi mengatakan, pihaknya punya beberapa program pelatihan kewirausahaan bagi para anak muda. “Selama ini Karang Taruna ini identik dengan perayaan HUT RI yang dilaksanakan Bulan Agustus saja. Nah, kami ingin para pemuda, khususnya Karang Taruna, bisa lebih berdaya dan menjadi pelaku usaha,” papar Fuad.

Lewat acara semacam ini, Fuad mengingatkan anak muda Surabaya tentang tantangan yang akan dihadapi ke depan, terlebih dengan adanya revolusi industri 4.0.

“Untuk menghadapi tantangan itu, anak-anak muda ini harus berkolaborasi. Jangan menutup diri. Kuncinya di situ. Cita-cita kami, Karang Taruna bisa membangkitkan generasi muda menjadi generasi yang siap memimpin bangsa ini ke depan,” papar Fuad. (wh)