APJII Respons Positif Menkominfo Baru

 

APJII Respons Positif Menkominfo Baru

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merespons positif naiknya Rudiantara menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi. Ketua Umum APJII, Sammy Pangerapan, berharap Rudiantara dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa kemaslahatan bagi perkembangan industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia.

Salah satu gebrakan yang diharapkan dalam waktu dekat adalah soal kepastian hukum dalam berusaha. “Kami berharap kasus yang menimpa IM2-Indosat dapat diselesaikan dengan baik. Ke depannya, segera melakukan revisi UU 36 tahun 1999, dalam rangka menata ulang perijinan dan tata kelola industri,” tutur Sammy.

 Selain itu, katanya, Kominfo di bawah pimpinan Rudiantara diharapkan merivisi UU 11 tahun 2008, khususnya pasal 27, untuk dikeluarkan dari UU ITE.

“Mendekriminaslisasi pencemaran nama baik dan kami berharap ini dimasukan dalam urusan perdata. Selain itu juga diharapkan merivisi PP nomor 82, khususnya pasal yang dapat menghambat pertumbuhan industri TIK dalam negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sammy mengatakan bahwa mengingat saat ini 65 persen pengguna internet di Indonesia mengakses lewat jaringan selular, maka diharapkan ada pembenahan dan penambahan spektrum bagi operator selular. Hal ini, sambungnya, bisa dilakukan dengan cara penyederhanaan pelaku usaha jaringan selular.

Selain itu, Kominfo diharapkan juga mewajibkan operator selular untuk membuka 30 persen jaringannya kepada penyelenggara jasa internet. Hal ini menurut Sammy, akan memberikan kesempatan kepada Internet Servicer Provider (ISP) untuk menjadi Mobile Virtual Network Operator (MVNO).

APJII juga berharap agar Kominfo baru dapat menciptakan level playing field, serta iklim usaha yang sehat dan kondusif. Salah satu caranya dengan melakukan moratorium penerbitan ijin baru dan melakukan pengkajian bersama APJII tentang kondisi industri saat ini.

“Kita juga berharap Kominfo dan Rudiantara menjalankan tata kelola internet berbasis multi stakeholder approach. Terakhir kami ucapkan, selamat bekerja, ‘Kabinet Kerja,” tutup Sammy.

Suksesor Tifatul Sembiring ini bukan sosok asing di industri telekomunikasi Indonesia. Dia pernah menduduki posisi penting di operator selular Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata. Kemudian, Rudiantara sempat keluar dari industri telekomunikasi dan pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Semen Gresik dan Wakil Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pria kelahiran Bogor, 3 Mei 1959 kembali lagi ke dunia industri telekomunikasi sebagai komisaris di Telkom. Kini, Rudiantara duduk sebagai komisaris independen di Indosat per 1 November 2014 dan merangkap jabatan di beberapa perusahaan lain. (lp6/ram)