Aparat Polrestabes Surabaya Sweeping Dolly

Aparat Polrestabes Surabaya Sweeping Dolly
TINDAK TEGAS: Sweeping di ekas lokalisasi Dolly dan Jarak yang tidak mendapati PSK. umar alif/enciety.co

Pasca penutupan eks lokalisasi Dolly yang berakhir bentrok pada peka lalu, sekitar 700 pasukan gabungan diterjunkan untuk melakukan sweeping. Tepat pukul 15.00, pasukan tersebut bergerak menyusuri kawasan bekas lokalisasi yang konon terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Kabagops Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, penertiban tersebut dilakukan untuk penegakan deklarasi penutupan lokalisasi Dolly yang dibacakan di Islamic Center pada 18 Juni lalu.

“Kami hanya menegakkan aturan yang menyebutkan kawasan Dolly telah ditutup untuk kegiatan prostitusi,” kata dia kepada wartawan di Surabaya, Kamis (31/7/2014).

Menurut dia, sesuai dengan deklarasi tersebut disebutkan tidak ada lagi tempat untuk melayani nafsu laki-laki yang ada di eks lokalisasi Dolly dan Jarak. Begitu juga dengan tempat pijat ataupun karaoke yang tidak berizin, polisi akan menerapkan tindakan tegas dengan ditutup.

Dalam sweeping ini sendiri, petugas menyisir seluruh wisma di eks lokalisasi Dolly dan gang-gang Jarak. Satu per satu wisma didatangi. Hasilnya, petugas tidak menemukan ada wanita yang menjajakan kepuasan syahwat.

Ditegaskan Sudamiran, bila ditemukan masih aktif, para pekerja seks komersial (PSK) bakal kena ganjaran pidana penjara. Begitu juga dengan mucikari dan penyedia tempat seperti yang diatur dalam KUHP pasal 296 dan pasal 506 dan UU no 21 tahun 2007 serta peraturan daerah Nomor 7 tahun 1999. (wh)