Apakah Facebook Bisa Dipercaya?

Apakah Facebook Bisa Dipercaya?

Baru-baru ini mungkin Anda mendapat permintaan survei saat membuka Facebook. Survei tersebut berupa pilihan ganda dan dimulai dengan menanyakan seberapa bahagia Anda dengan Facebook. Pertanyaan berikutnya ialah apakah layanan ini mudah digunakan, kemudian apakah Facebook dapat diandalkan atau tidak.

Tapi yang mengejutkan, Facebook lalu menanyakan suatu pertanyaan yang benar-benar menggelitik. Bunyinya; apakah Anda percaya Facebook? Kontributor The Washington Post sekaligus pakar internet, Brian Fung, mencoba menganalisanya.

Menurutnya, ambiguitas ini terasa tidak terlalu mengejutkan. “Ini adalah refleksi sempurna dari kalangan Silicon Valley mengenai filosofi data. Bahwa dari survei ini, kelak bisa dirumuskan apa definisi eksplisit tentang kata ‘bisa percaya’,” jelasnya. Facebook membiarkan jutaan respondennya menjawab pertanyaan itu sesuai dengan interpretasi mereka sendiri. Lalu, hasil agregat dari keseluruhan pengguna akan terungkap.

Facebook ternyata peduli soal ‘trust’ tersebut. Sebab, dalam sebuah polling oleh pihak ketiga, Facebook belum bernasib terlalu baik pada pertanyaan soal ‘kepercayaan’.

Apakah Facebook Bisa Dipercaya?

Hampir 60 persen dari responden survei AP-CNBC tahun lalu menyatakan, mereka sedikit atau tidak percaya sama sekali pada Facebook. Responden meragukan komitmen Facebook dalam hal privasi. Buktinya, pengguna aktif Facebook lebih banyak menyatakan ‘kurang percaya’ daripada mereka yang bukan pengguna aktifnya.

Apakah Facebook Bisa Dipercaya?Kemudian, tahun ini, Reason Rupe melakukan jajak pendapat di saat isu penyadapan Edward Snowden mencuat. Hasilnya luar biasa. Sebesar 75 persen responden mengatakan mereka percaya Facebook hanya sedikit atau tidak sama sekali untuk urusan melindungi privasi. Sebaliknya, persentase orang-orang yang sedikit atau tidak percaya NSA (Badan Keamanan Nasional AS) hanya 59 persen. Ini berarti, orang-orang yang tidak percaya Facebook lebih banyak daripada NSA.

Jadi, jika Facebook kurang dipercaya, apakah penggunanya mau jujur saat menjawab survey tersebut? Seorang juru bicara Facebook lantas enggan berbagi soal data yang dikumpulkan dari survei kepada Brian. “Kami terus bekerja untuk meningkatkan layanan kami. Mendapatkan feedback secara teratur dari para pengguna merupakan bagian penting dari proses,” jawabnya diplomatis.

Facebook tampaknya harus benar-benar bisa legawa terhadap apa pun hasilnya nanti. Sebab, mayoritas pengguna di AS sudah skeptis terhadap praktik privasi situs jejaring sosial itu. Meskipun hasil polling AP-CNBC kurang menggembirakan, toh orang masih terus menggunakan Facebook.