Apa Yang Bisa Kita Harapkan Pada China Tahun 2014?

Apa Yang Bisa Kita Harapkan Pada China Tahun 2014?

China menjadi salah satu adidaya perekonomian dunia. Kebijakannya turut mewarnai percaturan nasib negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia. McKinsey and Company, sebuah perusahaan konsultan dan penasihat bisnis ternama, memaparkan beberapa prediksinya terkait dinamika negara China. Direktur McKinsey, Gordon Orr, menyebut beberapa hal yang penting untuk disimak seperti yang ditulis website International Business Time:

Pertumbuhan Produktivitas Dan Gangguan Teknologi

China akan berusaha untuk mengendalikan melonjaknya biaya dalam segala aspek. Baik dari tenaga kerja, lahan, dan modal. Caranya ialah dengan memacu produktivitas yang lebih tinggi. Fokus pada peningkatan produktivitas ini adalah perluasan pabrik ke dalam bidang pertanian dan jasa. Negara ini juga akan lebih mengandalkan teknologi yang terpecah, menurut Orr. Salah satu contohnya terdapat private banking start-ups, yang diharapkan dapat mendorong negara penggila internet menuju bank online.

Rel Kecepatan Tinggi

China yang amat menggandrungi rel kecepatan tinggi, akan menunjukkan tampilan baru di tahun mendatang. Caranya ialah dengan mengalihkan fokus ke arah peningkatan kapasitas pada rute yang sudah popular. Bukannya menambah jalur baru.

Lalu lintas penumpang China sendiri melonjak dari 250.000 orang pada tahun 2007, menjadi 1.300.000 orang tahun 2013 lalu. Sebagian hal itu didorong oleh harga tiket agresif dan catatan laporan. Kereta berjalan setiap 15 menit di jalur Shanghai-Nanjing. Serta terdapat hampir 5.500 mil garis operasional, yang diatur naik dua kali lipat kelak pada tahun 2015.

“Sebagian besar investasi harus beralih dari yang awalnya membangun jalur baru untuk meningkatkan kapasitas, kepada rute yang sudah terbukti sukses,” kata Orr.

Industri Tenaga Surya

Industri surya bisa melanjutkan kebangkitannya kembali pada tahun 2014 dengan dibantu oleh meningkatnya permintaan domestic. Serta sebagian permintaan dari Jepang setelah bencana di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima melanda negeri Matahari Terbit itu. Kapasitas terpasang Jepang meningkat empat kali lipat dari 1,7 gigawatt pada tahun 2012, menjadi lebih dari 6 gigawatt pada akhir tahun 2013.

Pada saat yang sama, di tahun 2014 publik bisa berharap melihat dorongan baru pasar yang layak untuk kendaraan listrik.

Batu Bara dan Mortir

Sebuah lonjakan ritel online alias penjualan ritel elektronik, melonjak 50 persen pada tahun 2013. Ini diperkirakan akan mengusik prospek pengecer tradisional batu bara dan mortar, juga para pengembang mal.

Pakaian dan toko elektronik yang mengurangi jumlah outlet mereka. Bahkan para pengembang mempersiapkan diri untuk menambah ruang ritel fisik sebesar 50 persen selama tiga tahun ke depan .

Tren ini bisa mengusik pengembang di kota-kota kecil atau di lokasi dengan sedikit penurunan. Sementara itu, mungkin ada beberapa konsolidasi. Di sisi lain, juga ada banyak orang akan keluar dari bisnis.

Zona Perdagangan Bebas (AFTA)

Masa depan Percontohan China (Shanghai) Free Trade Zone (Zona Perdagangan Bebas atau FTZ), berpotensi manfaat namun berselubung kebijakan ambigu.

Salah satu manfaat dari FTZ tampak, saat perusahaan diperbolehkan untuk berinvestasi di dalamnya tanpa harus melalui proses persetujuan. Meskipun terdapat kemungkinan bahwa Shanghai akan meringankan batasan-batasan, situasi yang ambigu memberikan otoritas yang berwenang dengan ‘kebebasan penuh untuk mempertahankan status quo’ alias mengejar liberalisasi lebih berani di FTZ pada tahun 2014. Tentunya itu jika mereka melihat kebutuhan stimulus dari beberapa jenis.