Antisipasi Tabrakan Kapal, Perlu Areal Lego Jangkar

Antisipasi Tabrakan Kapal, Perlu Areal Lego Jangkar

 

Tenggelamnya KM Journey menjadi catatan buruk bagi Pelabuhan Tanjung Perak. Pasalnya, sebulan silam KM Tanto Hari juga tenggelam di koordinat yang sama, buoy 10. Hal ini yang membuat pemangku kepentingan mengambil kebijakan untuk menentukan areal labuh jangkar.

Kepala Bidang Tata Usaha Kantor Kesyahbandaran Utama (KKU) Tanjung Perak Marzuki menyebutkan areal labuh jangkar kapal tinggal menunggu pengesahan. “Kita sudah rapat tadi pagi (kemarin), untuk menentukan klaster mana saja untuk memilih areal untuk lego jangkar,” katanya, Rabu (2/4/2014).

Marzuki menuturkan, rapat ini tidak lepas dari kondisi Tanjung Perak yang semakin padat. Tak hanya arus kunjungan kapal dan barang, tapi juga kapal-kapal yang tidak melakukan aktivitas di sekitar pelabuhan.

Dia mengakui, banyak kapal-kapal yang tidak memiliki aktivitas malah lego jangkar di sekitar pelabuhan. Umumnya lego jangkar itu untuk menunggu jadwal bongkar-muat atau masuk dok. Tapi ada pula kapal yang tidak aktif sama sekali malah lego jangkar,” ungkapnya.

Kapal yang lego jangkar itu di antaranya juga berada di sekitar Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Sementara APBS itu tidak hanya akses masuk ke pelabuhan Surabaya saja. Tetapi juga masuk ke pelabuhan Gresik. Hal ini yang membuat konsep penataan areal lego jangkar itu dihadiri oleh semua pemangku kepentingan pelabuhan, baik Surabaya dan Gresik.

“Kita perlu sounding dahulu. Setelah clear, kita sampaikan ke Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, sebelum ditetapkan dalam Notice of Marine (Berita Pelaut Indonesia),” urainya.

Notice of Marine ini memudahkan kapal internasional bisa mengetahui apa saja yang harus dan tidak dilakukan di pelabuhan. Sebab, dalam Notice of Marine ini sudah dijelaskan pemetaan lokasi alur dan areal lego jangkar.

Pembuatan Notice of Marine ini untuk menghindari kejadian tabrakan kapal. Seperti tenggelamnya KM Journey akibat bertabrakan dengan KMP Lambelu pada (1/4) lalu adalah contoh. Dimana kedua kapal ini awalnya sama-sama lego jangkar. Karena lemanya koordinasi, KM Journey menyeruduk KMP Lambelu hingga tenggelam.

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong Agung Kresno mengusulkan dibuatkan peta baru. Ini untuk menciptakan Pelabuhan Tanjung Perak aman dan tertib. Peta baru itu meliputi lokasi untuk lego jangkar. Terus terang, posisi Teluk Lamong terlalu dekat dengan APBS,” katanya.

Pembuatan peta baru ini juga untuk membersihkan ranjau laut bekas perang dunia kedua. Dia mencontohkan ditemukannya tiga ranjau laut dua pekan silam saat pengerukan turning basin di dermaga domestik Teluk Lamong. (wh)