Antisipasi Penyusup, TNI AU Butuh Tambahan 12 Radar

Antisipasi Penyusup, TNI AU Butuh Tambahan 12 Radar
sumber foto: militerhankam

Untuk menjaga ruang udara nasional dari penyusup atau pihak yang merugikan kepentingan nasional, TNI Angkatan Udara butuh tambahan 12 radar lagi dalam jangka waktu menengah.

“Itu baru radar pertahanan udara saja, belum radar pantai, radar titik, dan lain sebagainya,” kata Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional TNI, Marsekal Muda TNI Hadiyan Sumintaatmaja di Jakarta, Kamis (9/4/2015).

Pengadaan 12 radar baru itu, katanya, terlepas dari perawatan rutin 32 unit yang ada saat ini.

“Yang kami harapkan adalah radar-radar baru itu buatan anak bangsa. Sebetulnya banyak anak bangsa yang mampu membuat dengan teknologi lebih tinggi,” kata dia.

Menurut dia, mengadakan atau membuat sendiri radar pertahanan udara sangat menguntungkan Indonesia. “Harga lebih murah, itu pasti… masih ditambah menciptakan lapangan kerja dan jaminan kedaulatan teknologi tinggi,” kata dia.

Sejauh ini, kebanyakan pertahanan udara Indonesia disuplai dari Plessey (Inggris) dan Thomson CSF (Prancis).

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara I Marsekal Pertama TNI Fahru Zaini, secara terpisah, menyatakan wilayah kerjanya akan mendapat tambahan dua perangkat baru.

“Satu di Kalimantan Barat dan satu lagi di Jawa Barat,” kata dia.

Komando Pertahanan Udara Nasional TNI memiliki empat Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional.

Keempatnya adalah Sektor Pertahanan Udara Nasional TNI I (Jakarta/enam satuan radar), Sektor Pertahanan Udara Nasional TNI II (Makassar/enam satuanradar), Sektor Pertahanan Udara Nasional TNI III (Medan/empat satuanradar), dan Sektor Pertahanan Udara Nasional TNI IV (Biak/empat satuanradar), didukung Pusat Pendidikan Komando Pertahanan Udara Nasional TNI di Surabaya. (ant/wh)