Antisipasi Gagal Lelang, Surabaya Gelar Bina Asosiasi Jasa Konstruksi

Antisipasi Gagal Lelang, Surabaya Gelar Bina Asosiasi Jasa Konstruksi

 

Guna mengatasi kegagalan proyek, Pemkot Surabaya menggelar sosialisasi pembinaan jasa konstruksi. Kegiatan yang diikuti SKPD dan unit layanan terkait serta Asosiasi Jasa Konstruksi dan Konsultansi tersebut digelar di Kantor Bappeko Surabaya.

Asisten Pembangunan dan Ekonomi Pemkot Surabaya M Taswin mengatakan, tujuan sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman dan persepsi yang sama antara penyelenggara lelang dan pelaksana.

“Agar antara Pemkot Surabaya menjembatani persoalan kepada jasa pembuat proyek agar dapat bersama-sama mengatasi persoalan yang timbul,” katanya, Selasa (4/3/2014).

Menurut dia, ada sekitar 23,91 persen proyek yang mengalami gagal lelang dan 51 paket proyek tidak selesai sesuai target. Kebanyakan permasalahan yang timbul di lapangan ketika pengerjaan di antaranya adanya penolakan warga. 

“Kendala-kendala seperti ini yang sering terjadi di lapangan. Misalnya, bahan baku paving dan box culvert, ketika mereka ditetapkan sebagai pemenang. Terkadang mereka sudah memesan, namun bahan bakunya tidak datang ketika akan proses pengerjaan dimulai,” terang Taswin.

Terkait masalah-masalah dan kendala yang dihadapi oleh penyelenggara dan pelaksana lelang, pemkot memilih bersikap lunak. Untuk menjembatani permasalahan tersebut, Taswin berjanji membantu memfasilitasi dan mengkomunikasikan kendala tersebut kepada pihak-pihak yang bersangkutan. Sehingga ke depannya pengerjaan proyek dapat lancar dan selesai tepat waktu.

“Diharapkan di tahun ini tidak akan ada lagi persoalan yang timbul dan terwujud pemahaman dan persamaan persepsi sesuai peraturan,” tegas Taswin.

Dia menambahkan, efisiensi lelang dari tahun ke tahun juga fluktuatif. Pada 2010, efisiensi mencapai sekitar 20 persen. Pada 2011, mencapai 31 persen,  pada 2012 mencapai 19,66 persen, serta tahun 2013 mencapai 22,36 persen. (wh)