Antisipasi Ebola, Korut Tutup Kehadiran Turis Asing

 

Antisipasi Ebola, Korut Tutup Kehadiran Turis Asing

Efek wabah Ebola tidak hanya bersifat lokal di benua Afrika, tapi juga mendunia. Korea Utara dikabarkan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus Ebola, salah satunya dengan melarang semua kedatangan turis asing.

Pengumuman ini disampaikan Koryo Tours, perusahaan jasa pariwisata Korut. Dalam akun Twitter dan Facebook disebutkan semua wisatawan asing dilarang memasuki Korut mulai Jumat mendatang. Belum diketahui sampai kapan aturan ini berlaku.

Menurut perwakilan Koryo, seperti dikutip Associated Press, Kamis (23/10/2014), pencegahan hanya berlaku pada turis, sehingga kunjungan kenegaraan atau bisnis masih dibolehkan. “Situasi saat ini masih belum pasti. Ada info dari rekan kami di Pyongyang yang mengatakan semua turis dilarang masuk (Korut),” ucap Nick Bonner, wakil pendiri Koryo.

Media lokal melaporkan hingga saat ini tidak ada tanda-tanda Ebola di Korut. Kendati begitu, pengawasan di tempat transportasi publik seperti bandara, pelabuhan dan stasiun kereta sudah diperketat. Bukan kali ini saja Korut bersikap hati-hati dalam menyikapi wabah. Pada 2003, negara pimpinan Kim Jong-un ini menutup perbatasannya karena khawatir terhadap virus SARS. (mtr/ram)